Menkes Resmikan Gedung IRJT RS Soeradji Tirtonegoro

0
53
RESMIKAN GEDUNG : Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita Moeloek meresmikan gedung IRTJ RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, Jumat (12/7). (Suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek meresmikan gedung Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Jumat (12/7). Gedung lima lantai itu berdiri megah untuk berbagai pelayanan kesehatan.

Menkes juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Bedah Sentral Terpadu (GBST) dan Critical Centre di RS yang berlokasi di Desa Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan. Acara dihadiri Bupati Sri Mulyani, Forkompimda, para pimpinan RS vertikat di Jateng dan DIY, pimpinan RS se-Klaten, para pejabat Pemkab Klaten dan tamu undangan. Direktur Utama RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, dr Endang Widyaswati MKes mengatakan, IRJT dibangun dengan kontrak multiyear sesuai izin dari Kementerian Keuangan dengan anggaran tahun 2017/2018 senilai total Rp 74,3 miliar. Gedung baru dibangun dengan tabungan untuk membangun stuktur lima lantai senilai Rp 24 miliar. “Dulu jumlah pasien rawat jalan sehari berkisar 200-300 pengunjung, tapi naik menjadi 1000-1200 pengunjung perhari. Strategi pendafraran online hanya mencakup 30-40 persen, jadi ruang tunggu tidak cukup menampung pengunjung, Gedung IRJT diharapkan bisa membuat pasien nyaman,’’ ujar Dirut.

Pelaksana pekerjaan gedung di ujung RS itu di sudah diaudit BPK, dan tingginya sesuai dengan aturan tinggi maksimal bangunan di Klaten. Total luasnya mencapai 5.680 m2. Gedung tersebut digunakan untuk pusat pengaduan, poliklinik jantung, gigi, mulut dan THT, poliklinik anak sampai layanan bedah. “November 2018 lalu sudah dilakukan soft opening dan kondisi pelayanan sudah berjalan. Tahun 2019 dibangun GBST karena fasilitas yang ada secara fasilitas di bawah standa dan sudah tidak bisa menampung pasien. Rencananya, nanti akan ada 19 kamar operasi, IGD, unit jantung dan lainnya,’’ ujar dia.

Menteri Kesehatan mengapresiasi upaya RSUP dr Soeradji dalam mengembangkan fasilitas guna meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. RS membutuhkan SDM, peralatan dan teknologi kedokteran, juga memanfaatkan teknologi informasi dan akreditasi pun sudah berjalan. “Sekarang jumlah pasien sampai 1.200 perhari sehingga perlu perluasan. Saya apresiasi, mereka pakai Badan layanan Umum Daerah sehingga bisa lakukan efisiensi, cost bisa diatur sehingga bisa mempunyai simpanan untuk merencanakan fasilitas apa yang akan dibangun. Tahun 2016 sudah diresmikan ruang rawat inap,’’ ujar Menkes.

Dengan efisiensi bisa membangunan gadung untuk rawat jalan terpadu, tempat pemeriksaan agar masyarakat puas, jadi RS tidak menjadi tempat yang menakutkan. Baik Menkes maupun Bupati Sri Mulyani berpesan agar gedung baru dipercantik dengan tanaman. “Dengan hadirnya gedung baru yang megah, saya harap pelayanan kepada pasien menjadi semakin baik. Saat ini, jumlah penduduk Klaten sekitar 1,5 juta, Klaten berada di jalur Solo-Yogya yang rawan kecelakaan. Saya harap, semua masyarakat Klaten akan mendapat pelayanan kesehatan yang semakin baik,’’ tegas Bupati.(Merawati S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here