Tim Putra Vita Solo, Dibantai Timnas Asean School Games

0
91
latihan-voli-solo2
LATIH TANDING: Seorang pemain tim voli putra Vita Solo melepas spike yang berusaha diblok dua pemain tim ASEAN School Games (ASG) pada latih tanding di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Manahan, Kamis (11/7) malam.

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim voli putra Vita Solo kalah performa dari timnas Indonesia untuk ASEAN School Games (ASG) 2019. Skuad klub voli amatir Kota Bengawan yang menurunkan pemain gabungan senior-yunior tersebut tunduk 1-3 pada partai latih tanding di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan, Kamis (11/7) malam.

Tertinggal 20-25 pada set pertama, Ade Iskhak dkk lalu memberikan perlawanan sengit terhadap tim ASG hingga set kedua berakhir 27-29. Pada set ketiga, tim Kota Bengawan yang dibesut pelatih Sutrisno Herlambang tersebut meningkatkan tekanan sehingga memetik kemenangan 25-20. Namun di set keempat, mereka kembali tak mampu membendung ketangguhan skuad putra ASG serta kalah 20-25. Yang menarik, timnas ASG yang menjalani training camp (TC) di Semarang, dimotori toser asal Vita Solo, Viko Zulfan Aditya. Viko juga merupakan pelajar SMA Batik 2 Surakarta. “Meski awak tim ASG seluruhnya pelajar, tetapi kemampuan mereka memang bagus. Sebab mereka merupakan hasil seleksi dari atlet-atlet pelajar dari seluruh Indonesia,’’ kata Sutrisno.

Pria yang juga pegawai Dinas Perhubungan Kota Surakarta itu mengakui, secara umum permainan Viko cs dalam uji coba tersebut menunjukkan dominasinya. Recieved atau penerimaan bola pertama skuad yang akan bertarung pada pesta olahraga pelajar Asia Tenggara di Semarang mulai 17 Juli nanti, sangat tenang dan terarah.

“Sebetulnya permainann anak-anak juga lumayan baik, tapi recievednya kalah mapan. Servis para pemain ASG juga sangat tajam,’’ ujar Sutrisno.

Di sisi lain, menurutnya Vita tak bisa menurunkan pemainnya secara komplet. Sebab, sebagian pemain putra klub yang bermarkas di kawasan Penumping itu sedang berkonsentrasi untuk kebutuhan tim lain. Maka pemain yang diturunkan merupakan gabungan atlet senior dan yunior.

“Fajar dan Yoan Fernando tidak bisa bergabung dalam uji coba, karena keduanya masuk tim pelatda Jateng proyeksi Pra-PON 2020. Sebenarnya Viko juga masuk tim Pra-PON, tapi dia dipinjam dulu untuk memperkuat tim ASG,’’ tutur Sutrisno.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here