Voli Putri ASG Waspadai Thailand

0
97
Voli-Putri-ASG1
SPIKE: Pemain timnas voli putri ASEAN School Games Chantika ‘’Cuca’’ Laviera Hanri melepas spike dibayangi blok pemain Pra-PON Jateng, Shindy Sasqia dan Anggita Dian pada uji coba di Gelanggang Pemuda Bung Karno Manahan Solo, Kamis (11/7) petang.

*Unggul Tipis Atas Tim Pra-PON

SOLO,suaramerdekasolo.comTimnas pelajar voli putri Indonesia mewaspadai kekuatan Thailand pada ajang ASEAN School Games (ASG) 2019 yang digelar di Semarang, 17-25 Juli mendatang. Kendati demikian, tim racikan pelatih Mardwito tersebut tidak meremehkan tim-tim negara lain pada pesta olahraga pelajar Asia Tenggara itu.

‘’Lawan terberat sudah pasti Thailand. Tahun lalu, negara itu juga yang menjadi juara,’’ kata pelatih tim putri ASG, Mardwito Wahid, Jumat (12/7).

Maka awak timnya terus diasah agar mampu meredam rival-rivalnya, termasuk tim Negeri Gajah Putih. Beberapa kekurangan dalam permainan tim, berusaha dibenahi serta dievaluasi lagi melalui uji coba versus tim putri pelatda Pra-PON Jateng di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan Solo, Kamis (11/7) malam. Pada latih tanding itu, Chantika ‘’Cuca’’ Laviera Hanri Putri dkk unggul tipis 3-2 (20-25, 25-20, 18-25, 25-17 dan 15-8).

‘’Alhamdulillah fisik anak-anak masih terjaga, cuma permainan timnya masih banyak kekurangan. Karena waktunya mepet, pembenahan akan disisipkan dalam latihan. Yang penting kondisi anak-anak tetap terjaga,’’ tambah dia.

Voli-Putri-ASG2
BLOK: Pemain tim Pra-PON Jateng, Shindy Sasqia dan Tias Maharani mengeblok bola spike yang dilepaskan pemain timnas ASEAN School Games pada uji coba di Gelanggang Pemuda Bung Karno Manahan Solo, Kamis (11/7) petang.

Uji Coba Kedua

Skuad yang baru dua minggu terbentuk itu diperkuat empat pemain eks Proliga. Selain Cuca, tiga lainnya adalah Laili, Aulia dan Rara (toser). Jateng menyumbang dua pemain dalam tim itu, yakni Cuca (klub Mitra Kencana Semarang) dan Sri Wahyuni (klub Vita Solo).

‘’Kekompakan awak tim juga semakin meningkat,’’ ujar Mardwito.

Sementara itu bagi tim putri Pra-PON Jateng, uji coba tersebut merupakan partai latih tanding resmi kedua mereka sejak training camp (TC) di Solo. Laga uji coba pertama menjamu skuad Pra-PON DKI Jakarta juga di Manahan, 2 Juli lalu, tim tuan rumah juga kalah.

‘’Kekalahan ini menjadi pembelajaran bagi tim. Problem pertahanan, terutama blok dan recieved masih terjadi. Apalagi ada pemain yang cedera, seperti Dinda Putri Ivoliana,’’ kata pelatih tim putri Pra-PON Jateng, Agus Suyanto.(Setyo Wiyono) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here