Waduh, Ratusan Orang di Klaten Tertipu Bisnis Jamu Herbal

0
2295
tipu-jamu-herbal
GERUDUKKANTOR : Warga yang menjadi mitra PT KAS mendatangi kantor di Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Jumat (12/7). (Suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Ratusan orang dari berbagai daerah di Kabupaten Klaten dan sekitarnya mendatangi kantor PT KAS di Jl Ceper-Trucuk, Durun Kiringan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Jumat (12/7). Warga yang merupakan mitra bisnis dalam pengovenan jamu herbal itu merasa ditipu.

Kepala Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Joko Purnomo mengatakan warga mendatangi lokasi kantor PT sudah sejak hari Kamis lalu. Jumlah yang datang bahkan semakin banyak sampai hari Jumat. ” Mungkin sudah sekitar 1.000 orang,” katanya, Jumat (12/7).

Menurutnya, rumah yang dijadikan kantor PT merupakan rumah kontrakan. Sejak beberapa hari sebelum didatangi warga, rumah sudah kosong. Pengurusnya sudah tidak terlihat dan sudah pergi. Warga yang datang tidak hanya dari Kecamatan Ceper, tetapi dari kecamatan lain seperti Kalikotes, Trucuk, Juwiring, Cawas dan lainnya. Bahkan ada yang dari luar kabupaten juga ada. Usaha PT itu sepengetahuan pemerintah desa adalah pembuatan jamu herbal. Warga yang mendaftar sebagai mitra diminta membayar Rp 8 juta satu paket. Dari investasi itu akan mendapat alat oven dan bahan jamu untuk dikeringkan. Per pekan mendapat bagi hasil atau gaji Rp 1 juta.

Jika investasi Rp 16 juta akan mendapat Rp 2 juta per pekan dan seterusnya sesuai kelipatan. Sejak awal, pemerintah desa sudah memperingatkan warganya untuk berhati-hati dengan investasi semacam itu sebab dikhawatirkan akan bermasalah. Namun warga desanya masih ada yang nekat. Bahkan ada yang menjual ternak dan mobil untuk ikut investasi.

Setelah muncul masalah, kata Joko, pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak sebab sejak awal sudah diingatkan. Warga sudah melapor ke polisi dan lokasi sudah digeledah petugas. Hanya ditemukan sisa bahan jamu dan beberapa perabot di lokasi. Kerugian ditaksir mencapai puluhan miliar. Informasi yang dihimpun menyebutkan, PT itu dipimpin Al yang akrab dipanggil Gus.

Kantor di Ceper beroperasi sejak awal tahun 2019 di bidang pengeringan rempah herbal. Selain memiliki kantor di Klaten juga di Jakarta, Purbalingga dan Yogyakarta. Total pesertanya sudah mencapai 2.000 orang dari berbagai daerah. Awalnya Gus Al sebagai pemimpin aktif berkomunikasi dengan mitra. Namun sejak awal bulan ini, yang bersangkutan menghilang. Dihubungi peserta sudah tidak bisa dan akunya sudah tidak aktif.

Pengurus lain yang dicari juga tidak ada sehingga warga datang ke kantor. Kondisi kantor sudah sepi dan dipasang garis polisi. Salah seorang peserta, Anto mengatakan yang bersangkutan sudah tidak bisa dihubungi sejak pekan lalu. Padahal peserta sudah menyetor uang jutaan bahkan ada yang ratusan juta. Ada yang perseorangan dan ada satu keluarga ikut berinvestasi. ” Baru Rp 16 juta diberi oven dan belum sempat digaji sudah tidak jelas,” ungkapnya.

Warga masih berharap uang dikembalikan oleh PT sebab ada yang menjual barang dan sampai meminjam. Keterangan di kepolisian menyebutkan, jumlah yang melapor mencapai 684 orang dengan total nilai sekitar Rp 17 miliar. Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah mengatakan berkas laporan dan keterangan masih di Polsek. Soal jumlah kerugian dan pesertanya, Sat Reskrim belum menerima detailnya. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here