Spray Antinyamuk dari Kotoran Kerbau

0
18
anti-nyamuk-kotoran-kerbau
MEDAI EMAS : Lima mahasiswa UNS yang berhasil menyabet medali emas dalam Japan Design, Idea & Invention Expo” yang digelar di Tokyo, Jepang belum lama ini. (suaramerdekasolo.com/dok)
*Antarkan Mahasiswa UNS Raih Medali Emas Kompetisi di Jepang 
 
SOLO,suaramerdekasolo.com – Selama ini kotoran kerbau belum banyak dimanfaatkan. Paling hanya dijadikan pupuk kompos. Di tangan lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), kotoran ini dimanfaatkan menjadi produk yang banyak dibutuhkan masyarakat.
 
Adalah lima mahasiswa yang masih berada di semester empat yakni Sofia Oka Rodiana dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta empat mahasiswa dari Prodi Agroteknologi  yakni Rizhal Akbar Jaya Pratama, Nor Isnaeni Dwi Arista, Rahma Amira Zhalzabila dan Hifqi Himawan yang awal mula menggagas ide tersebut.
 
Kelima mahasiswa UNS ini menciptakan Bongi Mosquito Killer yaitu spray untuk membunuh nyamuk yang terbuat dari kotoran kerbau. Tidak sekadar untuk mengusir nyamuk,  obat nyamuk semprot yang mereka ciptakan ini mampu membunuh nyamuk. Kendati untuk membunih serangga,  namun obat nyamuk yang mereka kembangkan tersebut ramah lingkungan karena terbut dari kotoran kerbau. 
 
Nama Bongi sendiri merupakan kependekan dari bahasa jawa, yaitu “Kebo Wangi”. Branding tersebut menggambarkan bahwa produk yang mereka buat berasal dari kotoran kerbau atau dalam bahasa Jawa disebut dengan “Keo”. Delegasi UNS tersebut mempresentasikan karya yang mereka buat di hadapan dewan juri dan juga finalis lomba dari berbagai negara, antara lain Kanada, Iran,Taiwan, Korea, Hongkong, Cambonia, Sudan, Saudi Arabia, Chengdu, Malaysia, Vietnam dan lain-lain.
 
Praktikum 
 
Atas inovasinya tersebut lima mahasiswa ini berhasil membawa pulang medali emas di ajang kompetisi inovasi “Japan Design, Idea & Invention Expo” yang digelar di Tokyo, Jepang.
 
Dalam event yang diadakan oleh World Invention Intelectual Property Associations tersebut,  Sofia dan Rahma sebagai uang memberikan prrsentasi tampil memukau juri.  Ide produk tersebut muncul ketika salah satu mahasiswa Agroteknologi, Rizhal melakukan praktikum di Karanganyar yang melihat kotoran kerbau tak termanfaatkan oleh masyarakat. Sejauh ini kotoran kerbau baru dimanfaatkan sebagai pupuk kandang.
 
Hal ini menjadikan  Rizhal berpikir  untuk menyulap kotoran menjadi sesuatu yang lebih bernilai untuk memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat Karanganyar.
“Dengan inovasi ini kami berharap dapat menjadi motor penggerak penelitian mahasiswa yang lain. Selanjutnya semoga kami dapat melakukan publikasi jurnal internasional,” harap Sofia.(Evie Kusnindya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here