Bisnis Pengeringan Jamu PT KAS Abal-Abal Akhirnya Ditangani Polres Klaten

0
jamu-abal-abal-pt-kas-klaten
JALAN DUSUN: Lokasi PT KSA di Dusun Kiringan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper saat didatangi warga berada di tepi jalan desa jauh dari permukiman. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

 

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Bisnis investasi pengeringan bahan jamu yang dilakukan PT Krisna Alam Sejahtera (KAS) tidak memiliki izin ke Pemkab Klaten. Bahkan pemerintah desa dan dinas terkait tidak tahu-menahu kegiatanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkab Klaten, Agus Suprapto mengatakan Dinasnya tidak mengetahui ada PT tersebut beroperasi di wilayah Kabupaten Klaten. Padahal seharusnya sebuah perusahaan harus mengantongi izin.

” Minimal ada UKL-UPL untuk skala besar dan SPPL untuk usaha kecil,” jelasnya, Minggu (14/7).

Namun dari pengecekan selama ini tidak ada yang berkaitan dengan PT KAS yang berkantor di Dusun Kiringan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper itu. Izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) maupun surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL) harus dimiliki sehingga ada tanggungjawab jika ada dampak ke lingkungannya. Untuk mendapatkan izin itupun tentu tidak mudah sebab harus ada rekomendasi Dinas terkait lainnya.

Pemerintah dari desa sampai Pemkab pun pasti terlibat untuk terbitnya izin itu. Namun khusus PT KAS, selama ini belum pernah ada ajuan dari PT KSA, meskipun bisnisnya dalam bidang pengeringan bahan jamu. Dengan kejadian di PT KAS itu, Dinas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan investasi dalam bentuk apapun. Apalagi yang tidak jelas dokumen, syarat dan legal hukumnya.

Kantor Kosong

Pada persoalan usaha, kata Agus, Dinasnya hanya berwenang mengeluarkan izin. Untuk pembinaan, pengawasan dan penindakan berada di Dinas lain. Menurut Kepala Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Joko Purnomo sejak sebelum digeruduk peserta investasinya, kantor sudah kosong. Pemerintah desa pernah berusaha mendapatkan kejelasan izin PT itu ke Pemkab.

” Namun mendadak sudah meledak kasusnya,” katanya.

Kantor sudah kosong dan pengurusnya sudah pergi. Para pengurus kantor diakuinya ada sebagian warga desa sekitar, tetapi para pengurus itupun juga korban atasanya. Investasi ada yang hanya Rp 8 juta tetapi ada yang sampai ratusan juta. Udin, salah seorang warga mengatakan setelah kasus itu mencuat, terungkap tidak hanya warga Klaten yang jadi korban.

” Keluarga saya di Kabupaten Kulonprogo, DIY mengabarkan juga banyak pesertanya,” ungkapnya.

Bahkan ada satu keluarga semua ikut investasi. Diberitakan sebelumnya, ratusan peserta invetasi PT KAS mendatangi kantor dan melapor ke Polsek Ceper. Mereka mengadukan nasib uangnya yang tidak jelas dibawa PT. (SM/ 13/7).

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi melalui Kasat Reskrim AKP Dicky Hermansyah mengatakan sudah menginstruksikan agar kasus itu ditarik ke Polres. Sebab jumlah pesertanya banyak terus meluas. Dengan ditarik ke Polres, diharapkan penanganan akan lebih fokus. Sat Reskrim masih menunggu pelimpahan dari Polsek, termasuk keterangan dari peserta investasi yang sudah dimintai keterangan Polsek. (Achmad H)

Tinggalkan Pesan