Kisah Sepasang Kucing Pengusir Tikus Sawah

0
819
kisah-kucing-terlantar-klaten
KUCING PENUNGGU: Sudamto, petani Desa Krecek, Kecamatan Delanggu menggendong kucing penunggu sawahnya, Minggu (14/7).(suaramerdekasolo.com/Achmad H)

 

*Ditemukan Terlantar Malah Bikin Panen Melimpah

KUCING merupakan binatang menggemaskan tetapi tak jarang membuat kesal sebab kadang manja dan bermalasan. Bahkan kadang takut saat melihat musuh alaminya, tikus. Namun tidak demikian dengan Mino dan Minten, sepasang kucing milik Sudamto (69). Petani padi di Dusun/ Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, itu sukses memanfaatkan kucing untuk mengusir hama tikus di sawah.

Bagaimana ceritanya ? Bermula pada awal bulan Ramadan atau bulan Mei 2019, sekitar pukul 06.00, Sudamto dan istrinya, Ngadirah (65) pergi ke sawah melihat tanaman padi yang baru beberapa pekan ditanam. Sesampai di tepi sawah, pasturi penggarap lahan padi 2,5 petak itu dikejutkan ngeongan suara sepasang kucing kecil yang kebingungan kesana-kemari mencari induknya. Kucing itu dibuang pemiliknya di jalan dekat sawah. Sebab merasa iba, dua ekor kucing itu didekati.

” Saya lalu berniat memelihara asalkan mau menjaga sawah dari serangan tikus,” kata Sudamto, Minggu (14/7).

Hama tikus menurutnya memang sejak bulan Mei mengganas. Banyak lahan di sekitar lahanya, sekitar desa bahkan di kecamatan lain puso karena diserang. Banyak petani gagal panen dan tidak menanam ulang sebab habis biaya. Kondisi itu membuat niatnya untuk merawat kucing itu sudah bulat.

Kucing jantan dan betina itu pun diberi makan dan tidak diajak pulang. Setiap pagi, saat ke sawah dibawakan makan. Begitupun saat siang dan sore hari. Apa yang dimakanya di rumah, juga diberikan kepada dua kucing di sawah. Setiap hari kucing itu menjaga di pematang dan berkeliling saat sore hari.

Saat dimana tikus mulai akan menyerang. Selama tiga bulan, praktis lahan padinya dijaga kucing piaraanya yang terus tumbuh dewasa. Untuk keperluan tidur kucingnya, Sudamto menyediakan zak plastik bekas yang diletakkan di semak dekat pematang.

Ikan Asin

Hasilnya, kata Sudamto, pekan lalu setengah petak lahan ( 800 meter2) panen terjual Rp 3 juta. Lahan padinya utuh tak diserang tikus. Padahal petani lain di sekitarnya ada yang tak panen. Setelah panen, kini suda kucingnya pindah menjaga dua petak lain seluas sekitar 3.500 meter.

Dua kucingnya itupun tetap di sawah dan tidak ikut pulang. Bahkan saat membersihkan jerami di lahan yang sudah panen pun ikut menemani. Banyak tetangga dan penebas padi heran dengan caranya menjaga sawah dari hama tikus. Namun baginya semua diawali dari niat baik, menolong sesama. Soal balasanya, dia serahkan ke Yang Maha Kuasa. Ngadirah, istri Sudamto meyakini meskipun hanya hewan, kucing tetap makhluk berperasaan. Termasuk membalas budi.

” Buktinya hanya kami beri makan nasi dan ikan asin mau menjaga sawah,” ungkapnya.

Tidak sekadar menjaga lahan, kini Mino dan Minten, sepasang kucingnya itu sudah menjadi teman di sawah setiap hari. Ikhwan, tetangga rumah Sudamto mengatakan kisah kucing pengusir tikus itu membuat banyak warga dan petani lain heran. Sebab selama ini kucing cenderung sulit diminta menurut untuk bekerja.

Namun dua kucing milik tetangganya itu setiap hari hidup di sawah. Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemkab Klaten, Widiyanti mengatakan hama tikus muncul sudah tiga bulan terakhir. Berbagai upaya sudah dilakukan dengan gropyokan, umpan racun sampai membuat rumah burung hantu. Gerakan penanganan terus dilakukan di semua wilayah. (Achmad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here