Pemanjat Solo Tanpa Emas di Purwokerto

pemanjat-solo
PERUNGGU: Pemanjat Solo Merry Arisyah Saputri melaju di papan speed world record dalam latihan di kompleks Stadion Manahan, pekan lalu. Dia meraih perunggu Kejurprov Kelompok Umur Jateng di Purwokerto.(suaramerdekasplo. Om/Setyo. Wiyono)

 

Kejurprov Kelompok Umur Jateng

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim muda panjat tebing Solo tanpa medali emas pada Kejuaraan Provinsi Kelompok Umur (Kejurprov KU) Panjat Tebing Jateng di Purwokerto yang berakhir Minggu (14/7). Delapan atlet Kota Bengawan yang diturunkan hanya menggenggam sekeping medali perak dan empat perunggu.

Juara umum diraih tim Batang dengan tujuh emas, empat perak dan empat perunggu. Peringkat dua Banyumas (empat emas, enam perak, tiga perunggu), dan peringkat tiga Kudus (empat emas, tiga perak, satu perunggu). Sementara Karanganyar di urutan empat dengan dua emas, satu perak dan tiga perunggu.

‘’Persaingan di tataran kelompok umur sangat ketat, sementara sejumlah atlet yang kami turunkan rata-rata masih pemula,’’ kata salah seorang ofisial tim Solo, Teddy Saba.

Medali perak Solo direbut Loqman Perdana di nomor speed world record kelompok yunior putra. Dia yang mencatatkan waktu 10,18 detik di final, kalah dari Bagus Wahyu Pamungkas (Grobogan) yang mencetak waktu 9,34 detik. Peringkat tiga nomor itu ditempati Zulkifli Pramudita (Purbalingga).

Ofisial lain tim Kota Bengawan, Marjiyanto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim mengungkapkan, sebenarnya Loqman punya kans menuju puncak podium. Di babak semifinal, dia mencatatkan waktu 8,34 detik.

‘’Namun di babak final, dia sempat mengalami trouble, sedikit terpeleset, sehingga akhirnya kalah cepat dari rivalnya,’’ tutur Ipunk.

Demam Panggung

Di nomor speed world record kelompok youth A putri, Merry Arisyah Saputri merebut perunggu sebagai juara tiga bersama Farida (Batang). Juara pertama diraih Veby Alverine Putri (Kota Tegal) dan kedua Susan Nur Hidayah (Purbalingga).

Pemanjat lain Kota Bengawan, Nanda Devi Saba menggenggam dua perunggu dari papan lead dan boulder kelompok youth B putri. Sementara Nandito Sumenang Saba merebut perunggu di nomor lead youth C putra.

‘’Anak-anak kurang jam terbang. Beberapa malah terlihat sekali demam panggung saat lomba. Arfian Tegar Saputra misalnya, sebenarnya punya peluang tembus tiga besar di speed. Tapi karena grogi, akhirnya dia malah kalah,’’ ujar Ipunk.

Teddy mengakui, kekurangtenangan anak-anak asuhnya karena pengalaman bersaing masih kurang. Karena itu, pihaknya bakal berusaha meningkatkan kemampuan teknik dan mental para pemanjat muda Solo tersebut dalam latihan.

‘’Tahun depan, anak-anak harus semakin bagus dan mampu merebut medali emas. Sepulang dari Purwokerto, kami akan langsung tempa mereka secara lebih intensif,’’ ungkapnya.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here