Potensi ASN Rp 1,5 Miliar, Baznas Canangkan Sasaran Rehab Rumah

0
baznas-karanganyar-zakat

KLATEN,suaramerdekasolo.comBadan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Klaten menambah jumlah sasaran rumah yang akan masuk program rehab rumah tak layak huni (RTLH). Jumlah semula 70 rumah direncanakan menjadi 83 unit.
” Data sementara ada 83 unit rumah yang diusulkan menerima,” ungkap Wakil Ketua Baznas Kabupaten Klaten, Rantiman, Sabtu (13/7).

Menurutnya rencana rehab rumah itu sudah disampaikan ke Pemkab Klaten beberapa bulan lalu. Awalnya ada 70 unit yang datanya masuk tetapi setelah sosialiasi berkembang menjadi 83 unit rumah. Dari jumlah sebanyak itu 53 unit rumah berasal dari non basis data terpadu (BDT) pemerintah dan sisainya dari data rumah BDT.

Dari jumlah itu, Baznas akan memverifikasi rumah penerima pada tanggal 17 Juli ini. Verifikasi itu untuk mengecek kelayakan penerimanya. Sebab sumber dananya berasal dari zakat maka kriterianya harus memenuhi syarat secara syari dan teknis. Penerima zakat tentu harus Umat Islam, masuk kriteria penerima zakat (asnaf) dan secara teknis rumahnya memang tidak layak huni.

Setelah itu baru akan dilakukan proses pencairan bantuan. Dalam program RTLH itu, Baznas lebih fokus ke data BDT pemerintah sebab program itu selain untuk menyalurkan zakat juga untuk membantu program Pemkab. Pada tahap pelaksanaan akan melibatkan masyarakat, jamaah, RT, RW dan pemerintah setempat. Bedanya dalam program RTLH Baznas itu tidak akan ada potongan pajak seperti program RTLH lain karena berasal dari zakat Umat Islam.

Amil Lain

Pendanaan, menurut Rantiman, ditanggung Baznas, empat lembaga amil zakat dan masyarakat. Dari Baznas Rp 490 juta sedangkan dari Lazismu, Lazisnu, DSH dan Solo Peduli terkumpul Rp 70 juta. Selain dari lembaga amil zakat, nantinya digali swadaya masyarakat dari jamaah masjid, takmir atau masyarakat sekitar.

Dari anggaran yang ada setiap rumah akan menerima Rp 10 juta tetapi dengan swadaya masyarakat diharapkan bisa senilai Rp 20 juta atau bahkan lebih. Di Kabupaten Klaten potensi zakat sangat besar sebab penduduknya 1 juta lebih dan sekitar 85 persen muslim. Untuk aparatur sipil negara (ASN) di Klaten yang jumlahnya sekitar 16.000 potensi zakatnya Rp 1,5 miliar per bulan. Namun selama ini baru ASN di Kementerian Agama yang paling besar zakatnya melalui Baznas sebesar Rp 160 juta per bulan.

Apabila ASN Pemkab dan lainnya menyalurkan zakat melalui Baznas, potensi bisa berlipat sehingga kemiskinan segera teratasi.

” Kami perlu dukungan dari Pemkab karena Baznas sudah memiliki landasan hukum yang kuat,” tambahnya.

Kepala Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, M Ponidi mengapresiasi program itu. Namun dia berharap Baznas mengalokasikan pagu penggunaan fleksibel. Jika yang dibutuhkan atap sebaiknya hanya atap saja tidak perlu dirombak seluruhnya. (Achmad H)

Tinggalkan Pesan