Urung Melawat, Voli Pra-PON Tetap di Solo Sambil Benahi Pertahanan

tim-voli-pra-pon-jateng
SM/Setyo WiyonoBLOK: Dua pemain tim Pra-PON Jateng Kemuning (4) dan Tias Maharani (7) gagal mengeblok bola yang dipukul seorang pemain timnas ASEAN School Games pada uji coba di Solo, pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim voli putri pelatda Jateng proyeksi Pra-PON Papua 2020 mengurungkan rencana lawatan ke Jabar. Ersandrina Devega ‘’Caca’’ Salsabila dkk diputuskan untuk tetap berada dalam training camp (TC) di Solo, guna melakukan pembenahan dan mematangkan tim.

‘’Agenda uji coba tandang melawan tim Pra-PON Jabar dan salah satu klub di Bandung, batal. Sebab waktu yang tersisa sudah sangat sempit. Lebih baik kami konsentrasi membenahi pertahanan di Solo,’’ kata pelatih tim putri Pra-PON Jateng, Agus Suyanto, Minggu (14/7).

Pria yang juga pelatih klub amatir Vita Solo itu mengungkapkan, laga uji coba lawatan atau try out sebenarnya sangat penting guna menambah jam terbang timnya. Tapi waktu tinggal hitungan hari, sebelum skuad yang diperkuat lima pemain di lingkup Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Surakarta itu, bertarung di ajang Pra-PON di GOR Bulungan Jakarta, 3-10 Agustus nanti.

‘’Apalagi beberapa pemain tengah mengalami problem kebugaran, seperti Ivoliana yang cedera bahu kanan. Maka lebih baik berbenah diri,’’ ujar Agus yang dibantu asisten pelatih Sutrisno dan Haris.

Uji Coba Kandang

Sebelumnya, tim yang menjalani TC di Kota Bengawan sejak pekan ketiga Mei lalu itu melakoni dua kali partai latih tanding resmi di markasnya, Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan Solo.

Pada try in pertama melawan tim DKI Jakarta, 2 Juni lalu, Tias Maharani dkk kalah 2-3 dari tamunya. Kekalahan juga mereka alami pada pertandingan uji coba kandang kedua, menjamu timnas putri Indonesia yang disiapkan untuk ASEAN School Games (ASG) 2019. Pada duel latih tanding, Kamis (11/7), skuad Jateng juga kalah 2-3.

‘’Problem pertahanan masih terjadi, blok kurang rapat. Recieved (penerimaan bola pertama-Red) juga masih sering terjadi kesalahan. Kekalahan pada uji coba itu menjadi pembelajaran dalam tim,’’ ujar Agus Suyanto.

Namun variasi serangan dan kemampuan fisik anak-anak timnya, dia nilai relatif bagus. Pembenahan melalui latihan rutin pagi-sore setiap hari, diharapkan mampu lebih mematangkan skuad yang ditargetkan menembus PON Papaua 2020 tersebut.(D1

Tinggalkan Pesan