Hari Pertama Masuk Sekolah, Sekolah Pinggiran Minim Siswa

0
anak-putus-sekolah
edunews.id

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Beberapa sekolah di wilayah pinggiran atau pedesaan di Kabupaten Wonogiri hanya memperoleh sedikit siswa. Hal itu diperkirakan karena anak usia sekolah di daerah pinggiran semakin sedikit.

Seperti yang dialami SD 1 Pasekan, Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko. Sekolah tersebut di awal tahun ajaran ini mendapatkan 11 orang murid. “Awal tahun ajaran 2017/2018 lalu kami memperoleh sembilan siswa, awal tahun ajaran 2018/2019 kemarin dapat 24 siswa, sedangkan awal tahun ajaran ini dapat 11 siswa,” kata kepala SD 1 Pasekan, Sumadi, Senin (15/7).

Dia mengungkapkan, SD tersebut sebenarnya sudah diregroup (digabung) dengan SD 4 Pasekan. Pasalnya, SD 4 Pasekan sebelumnya juga minim siswa.

“Jumlah total siswa kami tahun ini sebanyak 90 anak. Yang ke luar (lulus) ada 26 anak,” imbuhnya.¬†

Jumlah murid pada sekolah-sekolah di pedesaan biasanya memang sedikit. Sebab, jumlah anak usia sekolah di daerah pinggiran juga tidak banyak.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sriyanto mengungkapkan, sejumlah SMP juga mengalami kekurangan siswa. Terutama SMP-SMP yang berada di daerah pinggiran. Hal itu karena jumlah lulusan SD juga semakin menurun.

Namun, pihaknya belum bisa merinci sekolah-sekolah mana saja yang kekurangan siswa. “Kami masih menurunkan para pengawas sekolah untuk mendata sekolah yang kekurangan siswa dan apa saja permasalahannya,” terangnya.

Selain itu, sebagian SD di daerah pinggiran atau pedesaan masih menerima siswa baru, meskipun murid-murid sudah masuk sekolah. “Kalau SD di desa itu sudah biasa, menerima murid di hari pertama masuk sekolah. Kalau SD di kota-kota, Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah lama, bareng sama SMP,” ujarnya.(Khalid Yogi)

Tinggalkan Pesan