MPLS, Siswa Baru SMKN Ngargoyoso Diajak Napak Tilas

napak-tilas-siswa-baru-smkn-ngargoyoso
NAPAK TILAS : Siswa baru SMKN Ngargoyoso mengikuti napak tilas dari kampus 2 di Desa Girimulyo menuju kampus 1 di Desa Puntukrejo, di hari pertama masuk sekolah, Senin (15/7). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang dijalani 324 siswa baru SMKN Ngargoyoso, agak berbeda dengan orientasi biasanya. 
Di hari pertama masuk sekolah, Senin (15/7), mereka langsung diajak napak tilas dari kampus 2 di wilayah Desa Girimulyo, menuju kampus 1 di wilayah Desa Puntukrejo, yang berjarak sekitar 3 km. 

Mereka berjalan kaki menyusuri jalan kampung, untuk mengenang sejarah berdirinya sekolah tersebut. 
Napak tilas dilakukan usai upacara pembukaan MPLS dan Pendidikan Ketarunaan Angkatan Kedua, yang digelar di lapangan kampus 2. Pelantikan taruna angkatan kedua ditandai dengan penyematan topi dan tanda pengenal pada siswa baru oleh Komandan Kodim (Dandim) 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama selaku inspektur upacara. 

Dalam sambutannya, Dandim berpesan agar MPLS tidak menjadi ajang balas dendam dari siswa senior pada yuniornya. 
“Saya pesan, pada guru maupun senior di organisasi kesiswaan, MPLS ini bukan ajang plonco. Tapi untuk memberi gambaran pada siswa baru tentang lingkungan sekolah. Jangan dijadikan ajang balas dendam, atau mengerjai siswa baru,” katanya. 

Pendidikan ketarunaan

Dia berharap, dari Pendidikan Ketarunaan yang diterapkan pada siswa baru, nantinya lahir generasi muda yang berkarakter dan berkualitas. 
Kepala SMKN Ngargoyoso Sri Eka Lelana mengatakan, ada 324 siswa baru yang mengikuti MPLS. “Siswa kelas X otomatis akan mengikuti pendidikan ketarunaan. Mereka akan menjalaninya selama setahun. Tahun ini adalah angkatan kedua pendidikan ketarunaan. Mereka akan mendapatkan pendidikan karakter, agar memiliki mental sebagai pelajar yang baik,” jelasnya. 
Dalam upacara pembukaan MPLS, orang tua siswa seluruhnya diundang untuk menyaksikan anaknya dilantik sebagai taruna. 
“Orang tua sengaja dihadirkan, agar anak mendapat motivasi. Selain juga untuk mendekatkan sekolah dengan orang tua, sesuai slogan kami sebagai sekolah sahabat keluarga,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here