Polisi Ungkap Fakta Baru Laka Maut di Overpass Manahan, Begini Kronologisnya

0
ilustrasi-kecelakaan-karanganyar
FOTO/Ilustrasi

SOLO, suaramerdekasolo.com Tewasnya Retnoning Tri, korban tabrak lari di overpass Manahan ada fakta baru yang terungkap. Ternyata, korban tergeletak di jalan tanpa ada pertolongan, selama 1 jam. 

Hal itu diungkap Danru Satpol PP Kota Surakarta, Rahmad Zainuddin. Menurutnya ada kelambatan dari tim medis saat proses pemanggilan ambulan.

Memet, sapaan Rahmadlah yang kali pertama menolong korban. Awalnya dia mendapat laporan ada orang kecelakaan di overpass Manahan, pada Senin (1/7/2019) sekitar pukul 02.00 WIB. 

“Yang lapor seorang anak kecil. Dia datang ke pos kami yang ada di Plaza Manahan. Katanya ada orang kecelakaan, belum ada yang menolong. Saya langsung ke lokasi bersama anggota,” terangnya, Senin (15/7/2019).

Tiba di lokasi kejadian, Memet melihat korban dalam kondisi sadar, menjerit-jerit minta tolong karena kesakitan. Secepatnya Memet berbagi tugas dengan anggotanya untuk menolong korban. 

“Ada yang ke rumah keluarga korban, ke rumah sakit, sama menenangkan korban. Kami tidak langsung mengevakuasi karena kaki korban patah. Jadi saya hanya bisa menenangkannya,” jelasnya. 

Selang beberapa saat, Memet mendapat kabar dari anggotanya, pihak rumah sakit terdekat tidak bisa mengirim ambulan untuk evakuasi korban, tanpa alasan yang jelas. 

Dimintai uang

Tak lama kemudian anggota Unit Laka Polresta Surakarta tiba di lokasi sekitar 15 hingga 30 menit kemudian. Begitu ada petugas datang, Memet beranjak ke rumah sakit lain untuk meminta bantuan. 

“Saya tiba di rumah saKit langsung menuju ke IGD, saya minta bantuan ambulan untuk evakuasi korban. Namun saya dimintai Rp 400.000 untuk operasional ambulan sama tim medis yang jaga. Saya tidak bisa memenuhi itu karena saya tidak bawa uang sebanyak itu,” bebernya. 

“Saya juga ditanya apakah korban dalam kondisi berdarah atau tidak, saya jawab lecet, tetapi kaki patah,” tambah Memet.

Memet mengatakan sempat berdebat dengan para medis agar pihak rumah sakit segera mengirimkan ambulan ke lokasi kejadian laka. Dan itu baru bisa terlaksana.

“Saya minta tim medis agar kerja cepat. Tetapi pelayanannya lambat. Katanya masih nunggu dokter, lalu nunggu sopir ambulan juga. Keburu kasihan korban karena harus segera ditolong,” bebernya. Sepengetahuan Memet, korban selamat setelah mendapat perawatan tim medis. 

“Saya baru terkejut begitu tahu kalau korban sudah tidak bisa ditolong jiwanya dan setelah video CCTV viral di media sosial,” ungkap Memet. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan