Baznas Karanganyar Raih Predikat WTP

baznas-jambore
PENINGKATAN KAPASITAS : Peternak domba dan kambing binaan Baznas, mendengarkan paparan materi dari narasumber dalam sesi diskusi, di kegiatan Jambore Peternak Nusantara 2019 yang digelar di The Lawu Park Tawangmangu selama tiga hari, 13-15 Mei 2019. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Setelah menjalani audit dari tim audit independen Ahmad Rahardjo Utomo, Jakarta, Baznas Karanganyar dinyatakan meraih predikat wajar dalam semua hal yang berkaitan dengan material atau disebut wajar tanpa persyaratan (WTP).

‘’Kami diperiksa sebulan penuh mulai dari pendapatan dan perolehan dana zakat dari masyarakat, sampai data penyalurannya, bahkan lima anggota tim audit melakukan sampling untuk mengetahui  siapa penerima zakat itu, benar atau tidak dia menerima dana zakat itu,’’ kata Abdul Muid Wakil Ketua Baznas Bidang Keuangan, Selasa.

Tim akuntan publik melakukan pemeriksaan laporan keuangan tahun 2018 dan 2017. Pemeriksaan dilakukan pada Desember lalu. Termasuk juga diteliti laporan perubahan yang dilakukan pengurus atas penyaluran dana zakat pada masyarakat.

Laporan yang sudah disusun berdasarkan standar akuntansi itu kemudian diperiksa secara maraton oleh tim agar laporan itu bebas dari bentuk kecurangan dan kesalahan penyajian material. Selanjutnya tim melakukan cek silang ke lapangan untuk mengetahui kebenarannya.

Muid mengatakan, dengan predikat itu maka diharapkan Baznas Karanganyar semakin mantab dan dipercaya masyarakat bahwa memang dana zakat yang dititipkan kepada Baznas terpercaya secara syariah atau penyalurannya sesuai dengan asnaf yang bisa dipertanggungjawabkan.

‘’Dengan predikat itu, maka masyarakat menjadi lebih yakin. Bahwa dana zakat yang mereka serahkan, secara syariah benar-benar bisa disalurkan dengan tepat. Masyarakat tidak perlu ragu lagi sudah dipotong gajinya untuk berzakat,’’ kata dia.

Selama ini Aparatur Sipil Nasional memang menjadi andalan untuk pengumpulan dana zakat Baznas. Namun yang juga menggembirakan masyarakat umum juga sudah mulai menitipkan zakatnya. Pengurus mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat umum.

Selain memotong gaji lewat bank Jateng, Kamis lusa juga mulai disosialisasikan potongan untuk dana TPP dan TPG atau tunjangan penghasilan pegawai serta tunjangan penghasilan guru, mulai guru TK sampai guru SMP.

Pemkab Karanganyar sudah mengalokasikan dana tunjangan pegawai dan juga tunjangan guru hingga Rp 140 miliar tahun ini. Dengan mulai dipotongnya tunjangan penghasilan yang nilainya lebih besar dari gaji itu, maka diharapkan dana yang masuk ke Baznas lebih banyak lagi.

Tahun ini Baznas ditarget bisa mengumpulkan dana zakat hingga Rp 18 miliar, namun agak sedikit terkendala, ketika Gubernur menginstruksikan semua ASN Pemprov menyetorkan zakat ke Baznas Provinsi. Termasuk guru SMA dan SMK yang selama ini setor ke daerah.

ASN itu meneken pernyataan pribadi dengan sukarela untuk dipotong langsung 2,5 % dari gaji dan tunjangannya untuk disisihkan ke Baznas. Sehingga tidak ada paksaan meski semua diatur melalui Surak Edaran Bupati langsung.(joko dh)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here