Tias Maharani Berawal Dari Voli Kampung

0
220
Tias-Maharani
fOTO DIRI : Tias Maharani. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

JANGAN sepelekan kegiatan olahraga di kampung. Sebab aktivitas yang sering dilakukan warga setempat tersebut bakal memacu munculnya bibit-bibit yang punya potensi menjadi atlet berprestasi.

Proses itu pula yang dijalani Tias Maharani, awak tim voli Pra-PON Jateng asal Solo. Cewek 22 tahun berpostur tinggi 174 cm tersebut mengakui, kegiatan olahraga di lingkungan rumah akhirnya membentuknya jadi atlet voli.

‘’Ya, berawal dari voli kampung. Ikut gabung main voli sama ibu-ibu, saat saya masih kelas lima di SD. Malah kala itu sering dimarah-marahi, karena tidak bisa menyelamatkan bola-bola bawah. Kadang juga diminta mencatat skor,’’ kenangnya sambil tersenyum.

Kebetulan rumahnya di kawasan Dawung Wetan RT 1 RW 8 Kelurahan Danukusuman, Serengan, Solo, waktu itu dekat dengan lapangan voli. Maka, Tias kecil sering turut bergabung main bola voli. ‘’Kebetulan ibu saya juga pemain voli kampung. Jadi saya juga tidak canggung turut ke lapangan,’’ ujar anak kedua pasangan Surono-Sri Lestari tersebut.

Tias-Maharani2

Masuk Vita

Setelah lulus dari SD Widya Wacana Jamsaren dan masuk SMP 5 Surakarta, orang tuanya kemudian mendorong Tias untuk lebih serius belajar voli. Quicker yang turut membawa tim Solo meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2013 dan perak Porprov 2018 itu didaftarkan ke klub amatir Vita yang bermarkas di kawasan Penumping.

Alumnus STIE AUB Surakarta tersebut menekuninya. Angan-angan awal untuk menjadi atlet bola basket pun pupus. Performanya kian berkembang hingga duduk di SMA 2 Surakarta. Kemampuannya membawa Tias masuk lolos seleksi tim Jateng, serta turut merebut medali perunggu bagi Jateng pada PON Riau 2012.

‘’Sayang pada PON Palembang 2016, saya tidak ikut main karena tim Jateng gagal lolos Pra-PON,’’ ungkapnya.

Atlet kelahiran Solo, 13 September 1996 itu juga turut mengukir prestasi bersama klubnya, Vita Solo. Dia turut membantu Vita promosi jadi finalis Livoli Divisi I tahun 2014, meski akhirnya terdegradasi pada Livoli Divisi Utama 2015. Demikian juga promosi pada musim 2016 dan 2018.

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here