1.305 Pemain Terlibat Pementasan Festival Kecamatan

0
festival-kethoprak-klaten
PENTAS KETOPRAK : Para pemain sedang berupaya menghayati peran pada Festival Ketoprak di halaman RSPD Klaten, Senin (15/7) malam.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)
KLATEN,suaramerdekasolo.com - Lima peserta tampil pada hari pertama pergelaran Festival Ketoprak antar Kecamatan yang diselenggarakan Dewan Kesenian Klaten di panggung terbuka RSPD Klaten, Senin (15/7) malam. 

Kegiatan yang dibuka Bupati Sri Mulyani itu akan berlangsung hingga 19 Juli mendatang, dengan diikuti peserta dari 26 kecamatan. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan seni peran tradisional yang sudah jarang ditampilkan di televisi.

Senin (15/7), ada lima kecamatan yang unjuk kekompakan di panggung, dimulai penampilan para pemain dari Kecamatan Klaten Selatan dengan lakon Mertobat. Setiap peserta diberikan waktu satu jam.
Selanjutnya, giliran para pelaku seni dari Kecamatan Karangnongko membawakan lakon Kodrat, kemudian dari Jogonalan dengan kisah Kalang Wiso Betak, dari Bayat membawakan cerita Amukti Palapa dan Kecamatan Juwiring mengusung kisah Geger Putat Selawe.
‘’Untuk hari pertama, ada 5 kecamatan yang tampil, masing-masing diberi waktu satu jam. Semua peserta sudah berlatih bahkan menggelar gladi bersih sebelum pentas. Semuanya berusaha tampil maksimal, dengan membawa karawitan sebagai pengiring selama pentas ketoprak,’’ kata Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setiawan DS.

Kota kethoprak
Menurut Ketua Panitia, Joko Krisnanto, festival ketoprak diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Klaten ke-215 dan HUT RI ke-74. Diharapkan, kegiatan itu bisa menjadi nguri-nguri seni budaya tradisi, media untuk mengajarkan budi pekertih yang adi luhung, dan langkah menuju ‘’Klaten sebagai Kota Ketoprak’’.
‘’Festival ketoprak diikuti peserta dari 26 kecamatan yang ada di Klaten dengan melibatkan 1.305 seniman dan seniwati. Para peserta berusaha menghayati peran masing-masing karena pemenangnya akan membawa pulang Piala Bupati Klaten,’’ kata Joko Krisnanto. 
Bupati Sri Mulyani menyambut baik dan mengapresiasi gelaran festival ketoprak antar kecamatan tersebut. Acara itu menjadi ajang silaturahmi bagi seniman dan seniwati tradisional, memberikan hiburan murah meriah kepada masyarakat, dan yang paling penting ikut nguri-uri kesenian tradisional.
‘’Saya dan Pemkab Klaten mendukung keinginan masyarakat untuk menjadikan Klaten sebagai Kota Ketoprak. Semoga sukses dan festival ketoprak bisa terus diselenggarakan makin lama makin meriah dan makin semarak. Syukur bila Klaten bisa meraih rekor MURI dalam penyele
nggaraan festival ketoprak,’’ ujar Bupati.  Sementara itu, FX Setiawan menambahkan, hari kedua Selasa (16/7) akan tampil 6 kecamatan, yakni Klaten Utara (Joko Bluwo), Manisrenggo (Sirnaning Angkara Ing Singosari), Kalikotes (Tahta), Karangdowo (Joko Samboro Winisudha), Prambanan (Roro Jonggrang Bandung Bondowoso) dan Kecamatan Kemalang (Ampak-ampak Singosari). 
Rabu (17/7) tampil 6 kecamatan yakni Klaten Tengah (Tingkir), Trucuk (Teken Wuluh Gading), Tulung (Bandung Bondowoso), Cawas (Ki Ageng Mangir), Karanganom (Ampak-ampak Parang Agung) dan Kecamatan Gantiwarno (Kalimataya).  Kamis (18/7), tampil 6 kecamatan yakni Kebonarum (Enthit dan Ragil Kuning), Ceper (Bedah Kaputren), Wedi (Ronggo Jumeno Mbalelo), Polanharjo (Ande-Ande Lumut), Jatinom (Hoyi) dan Wonosari (Labuh Tresno Saboyo Pati). Jumat (19/7) tampil 3 kecamatan, Ngawen (Aryo Penangsang), Delanggu (Ontran-ontran Mataram) dan Pedan (Lali Purwo Duk Sino). (Merawati Sunantri)

Tinggalkan Pesan