Dalam Tiga Bulan, Kawanan Kiai Slamet di Alkid Lahirkan Tiga Bayi Gudel

0
563
kebo-bule-kyai-slamet1
PELAKSANA pengelola Alun-alun Kidul Keraton Surakarta yang dikenal dengan ''Alkid'', KRMH Aditya Soeryo Harbanu (40), kemarin tampak sedang mengelus-elus Nyai Pahing, induk kagungandalem mahesa pusaka Kiai Slamet yang masih bermalas-malasan karena lemas di kandangnya, setelah melahirkan gudel atau bayinya, Selasa siang (16/7). (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

* Antara Sayang dan Benci

HANYA dalam waktu tiga bulan sejak Mei lalu, tiga induk dari 12 ekor betina kagungangalem mahesa keturunan Kiai Slamet di Alun-alun Kidul atau ”Alkid”, melahirkan tiga bayi gudel dalam keadaan sehat. Satu ekor di antaranya, lahir betina di kandangnya ditolong dua abdidalem reksa mahesa dan dua orang dokter hewan, Selasa siang pukul 12.00 WIB dari induk Nyai Ngatmi.

Kelahiran seekor bayi betina itu, adalah kali kedua setelah dua ekor yang lahir di hari yang berbeda di bulan Mei, yaitu seekor betina diberi nama Kiai Juru dan seekor jantan diberi nama Kiai Boi. Untuk bayi gudel ketiga akan diberi nama ketika genap sepekan (lima hari), tepat di hari pasaran yang mirip proses adat dalam pemberian nama di kalangan keluarga masyarakat etnik Jawa.

”Soal namanya, tinggal nunggu dawuh dari Gusti Wandan (GKR Wandansari Koes Moertijah) selaku Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) maupun Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta. Nanti akan ada bancakan atau selamatan untuk memberi nama bayi kagungandalem mahesa itu,” jelas KRMH Aditya Soeryo Harbanu selaku pelaksana pengelola Alkid, menjawab pertanyaan Suaramerdekasolo.com, tadi sore.

kebo-bule-kyai-slamet3
PEJANTAN kawanan kagungandalem mahesa Kiai Slamet, tampak sedang dikendalikan para abdidalem srati beberapa saat sebelum akhirnya meninggal, setelah dilukai dengan mata tombak orang tak dikenal di kawasan perumahan Solo Baru, beberapa waktu lalu.(Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Bertambahnya tiga ekor bayi gudel kagungandalem mahesa keturunan Kiai Slamet, kini keraton memiliki 19 ekor mahesa yang dipelihara di kandang kawasan Alkid, terdiri 12 ekor betina dan tujuh ekor jantan. Sedang yang diserahkan untuk dipelihara dua orang abdidalem yang tinggal di Kecamatan Pengging dan Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, ada lebih dari 15 ekor.

Halaman: First |1 | 2 | 3 | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here