Geluti Dunia Berbeda

0
37
figur-agung setyodinoto
FOTO Agung Setyodinoto

 

KECINTAANYA terhadap tradisi budaya Jawa dan sisik melik weisn nenek moyang masa lampau membuat Agung Setyodinoto ingin terus berkontribusi dan menghabiskan masa hidupnya untuk menjaga dan pelestariannya.
Langkah nyata yang diambil sosok kelahiran, Solo, 22 Juli 1974 ini terbilang tak biasa bagi abdidalem yang mengabdi di Pura Mangkunegaran Surakarta, Jateng.

Ia memilih jalur atau berkecimpung di dunia wisata melayani siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh tentang pernak pernik peninggalan Kerajaan Mataram ini.
Sambil terus memperdalam ilmu dan pengetahuannya tentang kebudayaan Jawa yang turun temurun terus diwariskan kepada penghuni Pura Mangkunegaran maupun masyarakat yang tinggal di luar istana.
Meski saat ini ia tak tinggal di lingkungan pagar Pura Mangkunegaran dan menilih menetap di Kidul Warung RT 02/6 Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.

Abdi Dalem Pura Mangkunegaran yang sudah mengabdi sejak 1996 tetap enjoy menjalankan tugasnya.
Salah satu tugas sebagai pemandu wisata yang sangat dikenangnya adalah saat mendampingi turis dari Thailand keliling kompleks istana yang didiami keluarga dan kerabat Mangkunegoro.

Agung begitu sapaanya mengalami pengalaman betapa para turis asing ini begitu menghargai peninggalan-peninggalan, artefak milik pemimpin Pura Mangkunegara yang terjaga kerapian dan keasrian di salah satu kompleks istana.

“Saat di dalam Pura yang sangat terlarang mengabadikan gambar melalui kamera yang sudah ditetapkan oleh pihak kerabat Pura, mereka (turis asung-red) ikuti dan laksanakan dengan khidmat,” kenangnya. Turis domestik pun setali tiga uang dan sama-sama menjunjung adab saat berad di dalam istana.

Pengalaman lain saat mendampingi pelaku wisata Jatim berkeliling-keliling. Durasi waktu yang sangat mepet sementara materi penting tentang kondisi Pura Mangkunegaran yang begitu banyak, maka tak semuanya disampailan di lokasi.
“Ya akhirnya tular pengetahuan dan informasi dilanjutkan di atas bus yang mengantar tamu ke objek wisata lain,” ucap pria yang juga sebagai freelance guide yang ada di dalam organisasi DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Surakarta ini.

Lalu bagaimana dengan kegiatanya sebagai abdidalem dalam menjalan tugas-tugas di Pura ?
Sosok yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Industri Pariwisata Surakarta ini mengakui. Pihak-pihak di dalam Mangkunegaran sering melibatkan dirinya dalam pelbagai kesempatan.
Di antaranya sebagai panitia pernikahan kerabat Mangku atau dilibatkan dalam kegiatan seni budaya termasuk mengantar tamu penting, turis dan lain sebagainya.Ya seperti itulah aktivitas yang bisa dia lakoni, namun tetap membuatnya hepi. 

Sebagai abdidalem dan pelaku wisata, Agung mengungkapkan warisan nenek moyang baik itu dalam bentuk bangunan peninggalan bersejarah maupun wujud seni budaya wajib diuri-uri. Kota Solo yang memiliki dua aset berharga yakni Keraton Kasunanan Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran harus bersyukur atas nikmat dan berkah itu. Dan semestinya warisan leluhur yang merupakan kebanggan bersama semestinya juga dijaga bersama. (Budi Santoso)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here