Lokasi Pengoplos Gas Elpiji Digrebeg Anggota Polresta Surakarta

0
pengoplos-gas-elipi1
Polisi membawa tersangka beserta barang bukti tabung gas elpiji oplosan saat gelar perkara pengungkapan kasus elpiji subsidi oplosan di Polresta, Solo, Rabu (17/7).(suaramerdekasolo.com/Yoma Times)

 

*Ratusan tabung gas elpiji Disita

SOLO,suaramerdekasolo.com –  Polresta Surakarta mengerebek tempat pengoplosan gas elpiji di kawasan Randu Sari, Mojosongo, Jebres, Solo, Senin (25/7). Dari penggerebekan tersebut Polisi berhasil menangkap tersangka yang diketahui bernama Dimas Kurnia Wicaksono (28). Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita ratusan tabung gas elpiji, tutup segel tabung gas elpiji, dua mobil dan sejumlah barang bukti lainnya. Tersangka terancam lima tahun penjara atau denda sebesar Rp 2 miliar.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo saat gelar kasus di Mapolresta mengatakan, kasus pengoplosan ini terbongkar dari adanya laporan warga adanya kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Mendapati informasi teraebut, pihaknya melakukan penelusuran. Dan diketahui bahwa ada praktik pengoplosan gas elpiji tiga kilogram untuk dipindahkan ke gas elpiji 12 kilogram.

“Setelah kami gerebek dan kami temukan ada ratusan tabung gas di lokasi. Baik tabung gas tiga kilogram maupun 12 kilogram. Kami juga mengamankan tersangka di lokasi,” beber Ribut, Rabu (17/7).

Ribut menambahkan, dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan tersangka mengaku bahwa praktik pengoplosan ini sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu. Dan dalam sebulan, tersangka berhasil mendapatkan 1.500 tabung gas elpiji 12 kilogram. Untuk satu tabung gas 12 kilogram, tersangka membutuhkan empat tabung gas tiga kilogram.

“Dalam sehari tersangka mampu mengoplos 50 tabung gas elpiji 12 kilogram. Dia tidak bekerja sendiri, tapi juga dibantu dengan tujuh karyawannya. Bisa dihitung sendiri berapa keuntungannya setiap bulan. Untuk satu tabung keuntungan rata-rata Rp 25 ribu dikalikan 1.500 tabung,” tambahnya.

pengoplos-gas-elipi2

Penjara 5 tahun 

Tabung-tabung yang digunakan untuk mengoplos gas, masih kata Ribut, didapatkan dengan membeli ke sejumlah daerah. Setidaknya dalam satu hari tersangka ini membutuhkan 200 tabung gas elpiji tiga kilogram. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1) huruf b UURI no. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun atau denda Rp 2 miliar.

Sementara itu, tersangka mengaku, keahliannya mengoplos gas didapatkannya secara otodidak. “Belajar sendiri dari youtube,” ucapnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, dua mobil Daihatsu Grandmax, 61 tabung gas elpiji 12 kilogram, 65 tabung gas elpiji tiga kilogram, 23 tabung gas 5,5 kilogram warna pink, 295 tutup segel gas elpiji 12 kilogram. Barang bukti lainnya, setengah karung tutup segel gas elpiji tiga kilogram dan barang bukti lainnyam. Timbangan portabel. (Ari Purnomo Apl)

Tinggalkan Pesan