Selalu Membawa Nama Besar Daerah Asal

0
51
festival-keraton-nusantara1.jpg
SELAKU SEKJEN FKIKN, Gusti Moeng memberi pidato sambutan di depan semua kontingen yang dikirim kalangan anggota FKIKN pada acara karnaval pembukaan FKN ke-12 di Kota Batu Sangkar, Kota Padang (Sumbar) tahun 2018. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

 

*Sumbangsih Masyarakat Adat untuk Jaga Kebhinekaan dan Keutuhan NKRI (3-habis)


KETIKA
para pemegang otoritas lembaga masyarakat adat anggota Forum Komunikasi dan Informasi Keraton se-Nusantara (FKIKN) sudah berkumpul untuk menggelar event Festival Keraton Nusantara (FKN), seperti yang biasa dilakukan sejak 1995, sungguh indah panorama yang terjadi, ibarat sebuah taman yang berisi aneka warna bunga dengan ragam cirikhas busana adat yang masing-masing dikenakan.

Walaupun yang sedang berkumpul itu aneka bunga Nusantara demgan panji-panji kebesaran mereka yang berbeda-beda, tetapi semua seakan lepas dari ciri dan sifat ego sektoral, ego kedaerahan dan segala ego partial dari wilayahnya. Yang ada hanyalah semangat untuk bersilaturahmi dan kembali mengeratkan tali persaudaraan sebagai sebuah bangsa, seperti konsensus yang pernah dicapai ketika berikrar menyatakan mendukung lahirnya NKRI, 17 Agustus 1945.

Kini, di event FKN ke-13 yang akan segera digelar di Kedatuan Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 47 lembaga masyarakat adat anggota FKIKN siap berkumpul kembali untuk menggelar kekayaan seni budaya merka seperti yang sudah diagendakan. Mulai dari pertemuan silaturahmi, forum-forum seminar dan dialog budaya yang diperluas cakupannya dalam pemberdayaan ekonomi, sektor-sektor lain seperti internet (medsos), biro-biro perjalanan berkelas ekonomi kreatif, potensi generasi milenial dan sebagainya yang melibatkan masyarakat luas dari berbagai kalangan. Berikut agenda upacara pembukaan yang biasanya diisi kirab budaya, diteruskan denan gelar busana dan perkawinanan adat, pentas tarian khas serta pameran benda-benda budaya mereka.

Mengingat agenda dan misi utama FKIKN dan event FKN untuk kejayaan negeri dan keutuhan bangsa yang bhineka, tuntutan peningkatan kualitas sajian dan skala cakupannya jelas makin tinggi. Tidak hanya lembaga masyarakat adat, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi sebagai panitia kolektif penyelenggara dan pelaksananya saja, tuntutan publik secara luas masa kini jelas tertuju pada lembaga FKIKN dan produk eventnya yang bernama FKN, yang tentu menuntut kemampuan dan kesiapan kalangan kontingen pesertanya, termasuk daya dukung yang di belakangnya terutama institusi pemerintah daerah asal yang ikut terbawa namanya.

festival-keraton-nusantara2
SELAKU Pimpinan Kontingen Keraton Surakarta, Gusti Moeng mengajak foto bersama para pendukung sendratari Arjuna Sasrabahu di depan salah satu bangunan Istana Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar (Sumbar), tempat berlangsungnya panggung kesenian peserta FKN ke-12 tahun 2018. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Kekuatan Total dan Penuh 

Halaman: First |1 | 2 | 3 | ... | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here