Belum Bisa Move On, 50 Persen Penderita Patah Tulang Memilih Pasif

0
43
penderita-patah-tulang-indonesia
BERKUMPUL : Penderita patah tulang dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Rumah Sakit Ortopedi Soeharjo Surakarta. (suaramerdekasolo.com/Ari Welianto)

 

*Family Gathering Komunitas Patah Tulang Indonesia

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com –  Motivasi atau penyemangat sangat perlu diberikan kepada masyarakat atau penderita patah tulang. Sebab, masih banyak yang beranggapan jika penderita patah tulang sudah tidak bisa apa-apa, kondisi itu membuat penderita patah tulang langsung down dan putus asa.

“Hampir lebih 50 persen penderita patah tulang itu tidak mau apa-apa sebelum sembuh. Jadi faktor fisik dan spikis sangat berpengaruh,” ujar ahli tulang Rumah Sakit Ortopeda Soeharso Surakarta, dr. Iwan Budiwan A, Sp.OT (K) disela-sela family gathering Komunitas Patah Tulang Indonesia, kemarin.

Menurutnya, walaupun mengalami patah tulang masyarakat harus tetap melanjutkan hidup. Memang tingkatan itu berbeda, mereka ada yang bisa kembali seperti dulu namun ada juga yang tidak bisa. Tapi kebanyakan itu begitu mengalami patah tulang berhenti hidupnya, hidup secara sosial karena mereka berpikir akan mulai lagi beraktivitas seperti biasa setelah sembuh.

“Kebanyakan belum bisa move, mungkin malu pakai tongkat. Jadi nunggu sembuh dulu, padahal salah satu kaki atau tangannya sehat serta otaknya sehat,” ungkapnya.

Tekanan psikis

Secara psikis sangat berpengaruh, itu memang harus dipahami dan perlu ada pendampingan buat mereka, seperti dari psikiater atau orang-orang terdekat. Ini untuk membangkitkan yang tersisa agar maksimal sehingga bisa berakvitas atau bekerja. Namun yang susah atau sulit itu merubah profesi mereka sebelum patah tulang dan sesudahnya.

“Seperti contoh, atlet balap sepeda paralympic Muh Fadli. Dulu merupakan atlet balap motor lalu kecelakaan dan terpaksa kakinya harus di amputasi, waktu pertama di amputasi sudah berpiikir tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi malah jadi atlet andalan balap sepeda paralympic, untuk merubah itu memang tidak mudah,” paparnya.   

Adanya Komunitas Patah Tulang Indonesia sangat bagus dan bisa saling memotivasi. Meski mengalami patah tulang tapi bisa berprestasi atau melakukan pekerjaan, sudah banyak contohnya. Itu sangat penting sekali, apalagi yang cederanya itu di usia produktif dan harus tetap produktif meski mengalami patah tulang.

“Jika biasanya mandiri, harus bisa kembali mandiri meski harus lewat alat bantu. Jangan sampai dulu mandiri malah jadi terpuruk. Kami sangat mendukung dan mengapreasiasi adanya komunitas ini,” sambung dia.

Sementara itu itu ketua Komunitas Patah Tulang Indonesia, Andi Sandi Saragih mengatakan jika forum ini untuk saling memotivasi yang merasa terpuruk, sedih atau putus asa. Ini juga untuk menambah pengetahuan, yang biasanya ke alternatif untuk ke medis dan bisa sembuh yang efeknya lebih baik.” Anggotanya itu ada sekitar 1800 orang dari seluruh Indonesia. Kasusnya itu berbeda-beda dan sering lakukan sharing baik ketemu atau lewat media sosial. Teman-teman butuh dukungan untuk bangkit, psikis mereka kena karena takut tidak bisa sembuh atau cacat belum lagi ada omongan orang yang membuat down,” tandasnya. (Ari Welianti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here