Harga Terlalu Mahal, Pengadaan Seragam Batik SDN Disoal

0
115
seragam-sekolah-klaten
SISWA SD: Siswa SDN I dan II Mireng, Kecamatan Trucuk mengenakan seragam merah putih saat sekolah digabung karena regruping.(suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.comOrang tua dan wali murid SD N di Kabupaten Klaten resah menyusul munculnya penawaran pengadaan seragam batik. Seragam batik khas sebagai identitas Kabupaten Klaten itu harganya Rp 80.000 sampai Rp 92.000 per setel.

Salah seorang orang tua siswa, Abdul Muslih mengatakan saat rapat dengan sekolah pekan lalu muncul informasi penawaran seragam itu. ” Seragam ditawarkan melalui Korwil Dinas Pendidikan di wilayah,” katanya, Kamis (18/7).

Menurutnya selain harganya yang mahal, pengadaan seragam itu ada kesan dimonopoli sebab dilakukan satu perusahaan. Alasan seragam itu untuk menjadi cici khas Kabupaten Klaten tidak bisa dibenarkan. Sebab selama ini belum ada batik khas Klaten yang dipatenkan.

Setiap tahun bentuknya selalu berubah dan rancangan batik khas Klaten sebenarnya belum selesai dirancang di Dinas terkait. Belum adanya kepastian khas batik yang paten asli Klaten membuat seragam itu hanya mengada-ada dan berujung bisnis. Apabila benar bertujuan untuk ciri khas Klaten, seharusnya bukan perusahaan yang bermain. Namun lebih baik diserahkan ke usaha kecil dan menangah.

Dengan begitu, kekhasan batik itu akan berdampak pada usaha kecil, bukan justru perusahaan besar yang mencetak dan diuntungkan. Tidak mungkin pengadaan itu dilakukan perseorangan atau perusahaan lokal sebab jumlah siswa SD N mencapai ribuan siswa.

Dasar Hukum

Lebih ironis lagi, kata Muslih, pengadaan seragam batik itu juga tidak ada dasar hukumnya. Sekolah hanya diberikan informasi soal jenis seragam, ukuran serta harganya per setel. Padahal di PP 17/ 2010 sekolah sebagai lembaga, guru, koperasi maupun komite dilarang menjual seragam. Namun nyatanya hal itu berulang setiap tahun ajaran baru dan seolah ada pembiaran.

Berkaitan dengan pengadaan seragam itu, dia selaku orang tua siswa sudah menanyakan ke Dinas Pendidikan. Anehnya, baik kepala dinas maupun kepala bidang yang menangani SD N tidak mengetahui. Sedangkan SD N berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan. Apabila nantinya ada sesuatu yang berdampak ke siswa dan sekolah, tentu Dinas yang akan terkait. Dengan demikian, pengadaan seragam itu bisa dipertanyakan sebab Dinas saja tidak mengetahui.

Dwi, warga lain mengatakan dalam edaran pengadaan seragam itu, harga yang dicantumkan untuk ukuran M, L. XL. XXL dan jumbo. Untuk pakaian biasa itu harganya Rp 80.000 sampai Rp 85.000 per stel. Seragam muslim ukuranya sama dengan harga antara Rp 92.000 sampai Tp 96.000 per stel. Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Sri Nugroho saat dikonfirmasi mengungkapkan, soal seragam Dinas sejak lama tidak menangani. Semua sudah diserahkan ke orang tua siswa masing-masing. (Achma H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here