Paralayang Tercebur di Air Dikira Sungguhan

0
paralayang-wonogiri
BERSIAP TERBANG : Atlet paralayang bersiap terbang dari puncak Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Sebuah simulasi saat latihan paralayang di Bukit Joglo dan Waduk Gajahmungkur, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, sebagian dari mereka mengira simulasi paralayang yang jatuh ke air Waduk Gajahmungkur adalah peristiwa sungguhan.
 
Bahkan, sebuah video sempat menghebohkan dunia maya. Video yang beredar di media sosial itu memperlihatkan seorang penerbang paralayang yang berputar-putar cepat di udara, kemudian terjatuh di perairan Waduk Gajahmungkur. Banyak warganet yang mengira itu adalah kecelakaan sungguhan.
 
Menanggapi hal itu, kepala Desa Sendang, Sukamto mengakui memang ada peristiwa penerbang paralayang yang terjatuh di perairan waduk. Namun, peristiwa itu hanyalah simulasi dari sebuah pelatihan. “Memang ada (paralayang terjatuh di air). Tapi itu disengaja. Itu adalah para penerbang paralayang yang sedang latihan menghadapi situasi darurat, seperti stall (kehilangan daya angkat) insiden,” terangnya.
 
Dia menerangkan, para peserta pelatihan memang memperdalam teknik menghadapi situasi darurat dengan mengadakan simulasi. “Ada yang tercebur di air. Tapi tim rescue (penyelamat) juga sudah dikondisikan menunggu di perairan,” ujarnya.
 
Pelatihan tersebut diadakan oleh komunitas paralayang dan aerosport Indonesia. Pesertanya sebanyak 34 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan diadakan tanggal 14-20 Juli. “Hari Sabtu besok juga akan diceburkan lagi ke sungai,” imbuhnya.
 
Perlu diketahui, puncak Bukit Joglo menjadi salah satu tempat peluncuran gantole dan paralayang yang populer di tingkat nasional. Bahkan, banyak atlet internasional yang menjajal menerbangkan gantole dan paralayang dari puncak bukit tersebut. Adapun lapangan Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) biasanya digunakan sebagai tempat pendaratan. (Khalid Yogi)

Tinggalkan Pesan