Terbuka, Peluang Kandidat Cawali Cawawali Dari organisasi Sayap

pilkada-solo-2020-2
Teguh Prakoso, Sekretaris DPC PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Kota Surakarta. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

*PDI Perjuangan Surakarta Perluas Penjariangan Calon

SOLO,suaramerdekasolo.comBursa calon kepala daerah Kota Surakarta periode 2020-2025 semakin meriah seiring bermunculannya muka-muka baru, selain muka lama yang sama-sama memiliki peluang yang dipilih warga Solo.

Dari jajaran pengusaha muncul nama KRAT Henry Indraguna. Henry lebih dulu moncer sebagai politisi sekaligus caleg Partai Perindo dalam Pileg 2019.
Lalu Deklarator relawan Jokowi Amin Daulat Indonesia (JADI) yang juga pengusaha BRM Kusuma Putra. Kusuma malah mencalonkan diri maju untuk menjadi cawawali.

Sementara dari unsur politikus muncul duo Supriyanto – Abdullah AA. Ketua DPC Partai Demokrat Surakarta dan Ketua DPC Partai Hanura masih terkesan malu-malu dan menimang-nimang siapa yang akan maju di posisi AD 1 dan AD 2.
Nama berikutnya adalah Wakil Wali Kota saat ini Achmad Purnomo. Dia juga berpeluang meramaikan pesta politik lima tahunan ini. Orang nomor dua di Kota Bengawan ini digadang-gadang bakal didampingi Ketua DPRD Kota Surakarta, Teguh Prakoso dalam Pilkada Kota Solo, pada 23 September 2020. 

Sementara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) sebagai pemilik partai suara terbanyak dan mendudukkan wakilnya di kursi legislatif Solo pada pemilu 2019. Tentu saja sudah dipastikan mengajukan satu paket kandidat sendiri.

Lalu bagaimana dengan PDI P sebagai pemilik suara mayoritas parpol dan kursi di legislatif ?

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Teguh Prakoso kepada wartawan di gedung DPRD Surakarta, Selasa (17/7) membeberkan, saat ini partainya terus melakukan penjaringan-penjaringan nama-nama kandidat yang akan maju dalam pilkada 2020.

bursa-ketua-dpc-pdip
FOTO ILUSTRASI

Penjaringan calon 

Mekanisme penjaringan wali kota wakil wali kota pun diperlebar dengan menjaring kandidat dari organisasi sayap, mengingat wacana partai berlambang banteng mencereng membuka pendaftaran terbuka bakal cawali cawawali peluangnya kecil.
“Kalau tidak ada pendaftaran terbuka, bisa melalui mekanisme internal. DPP buka pintu, DPW buka pintu. Kami ingin siapapun yang masuk, asal yang masuk sudah dalam ring PDI Perjuangan. Kita mencari kader,  melalui badan (organisasi) sayap, tempat tempatnya di sana, test case -nya disana.

Nah kandidat ini perjuanganya kepada partai seperti apa. Jadi pencalonan AD 1-2 bisa lewat struktural, sayap, atau pihak-pihak yang berkontribusi kepada PDI Perjuangan,” jelas Teguh.

Terkait peluangnya duduk di kursi eksekutif, Teguh menyatakan, hal itu aan diserahkan kepada partainya. Jikalaupun skenarionya dia maju untuk bertarung memimpin Kota Solo baik sebagai AD 1 maupun AD 2. Maka mekanismenya akan diserahkan ke partainya. (Budi Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here