Aliansi Masyarakat Madani Jaring Cawawali di Tiga Wilayah

0
214
ketua-aliansi-masyarakat-madani-muhammad-dai
FOTO DIRI : Ketua Aliansi Masyarakat Madani, Muhammad Dai. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

 

*Di Solo, Nama-Nama Baru Bermunculan

SOLO,suaramerdekasolo.com -Aliansi Masyarakat Madani (AMM) yang beranggotakan kalangan akademisi, pengusaha, profesional dan berbagai latar belakang di Eks Karesidenan Surakarta merilis sejumlah nama-nama yang diproyeksikan bisa mewarnai pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Solo 2020.
Nama-nama itu antara lain, Joko Riyanto pengurus ormas, Muhammad Taufiq SH MH advokat, Bambang Setiaji dari akademisi, Muhammad Dai kalangan muda/akademisi, Abah Kasoem (agamawan).

Ketua Aliansi Masyarakat Madani Muhammad Dai ditemui wartawan di Pabelan, Jumat (29/7) mengungkapkan, nama-nama tersebut dimunculkan oleh sejumlah pihak termasuk pegiat AMM yang ikut menyoroti suksesi kepala daerah di Kota Solo 2020 mendatang. AMM terus melakukan penjaringan termasuk survei-survei guna menjaring bakal calon wali kota dan wakil wali kota.
“Mengenai nama-nama, kami dari AMM menjaring nama yang cocok. Ada nama-nama baru yang baru dimunculkan. Tokoh yang muncul Joko Riyanto, Dr Bambang Setiaji, Abah Kasoem, Muhammad Taufiq SH MH, dan Muhammad Dai, dan ini terus berkembang,” terang Dai.

Dai mengungkpakan, penjaringan yang digelarnya akan terus berlanjut sampai dua bulan mendatang. Pada September 2019 diharapkan sudah memuncul nama untuk berkompetisi dalam pilkada. Menurutnya, aspirasi berupa nama-nama yang disiapkan maju dalam pilkada ini disampaikan saluran yang sesuai melalui parpol. Jika parpol yang memiliki hak mengajukan nama cawali-cawawali tidak bisa menerima usulan ini dimungkinkan AMM akan mendorong melalui jalur independen.

“Bila perlu melalui jalur independen, kenapa tidak.”

Dai menuturkan, Kepimpinan Solo harus dinamis. Calon yang diajukan juga harus dinamis. Menurutnya kepemimpinan di Solo sejak Joko Widodo menjadi sebagai wali kota sampai saat ini didominasi oleh PDI Perjuangan.

“Semestinya Solo butuh pimpinan baru, bisa mengakselrasi Solo lebih baik ke depan, dari sisi apapun. Pimpinan juga harus tubuh dari bawah,” tegasnya.

Solo dinamis

Lebih lanjut Dai menjelaskan, aspek ekonomi dan aspek lain di Kota Solo dinamis. Solo menjadi barometer pertumbuhan ekonomi indonesa. Solo menjadi magnet besar, ini menjadi triger agar Solo berkembang, sebab menutur saya Solo stagnan.
Dari sisi poltik, Solo juga harus dinamis tapi konstitusional. Dari era Jokowi menjadi wali kota sampai sekarang, PDI perjuangan terus memimpin.

Halaman: First |1 | 2 | 3 | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here