Hari Jadi Klaten Dimeriahkan Parade 215 Tumpeng

hari-jadi-kabupaten-klaten
JELANG HUT : Asisten 1 Sekda Klaten Ronny Roekmito dan panitia peringatan Hari Jadi Klaten ke-215 dan HUT RI ke-74 memaparkan agenda kegiatan, Kamis (19/7).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

 

KLATEN,suaramerdeka.com – Klaten akan memperingati Hari Jadinya yang ke-215 pada 28 Juli mendatang. Segudang kegiatan peringatan Hari Jadi Klaten dan HUT RI ke-74 telah disiapkan, salah satunya pergelaran Klaten Lurik Carnival, upacara dan parade 215 tumpeng yang nantinya akan dinikmati secara kembul bujono oleh Bupati, pejabat dan masyarakat.
‘’Bila tahun lalu, hanya dilakukan upacara dan ziarah ke makam Kiai Melati, tahun ini disiapkan 215 tumpeng yang akan disajikan kembul bujono di alun-alun. Bupati, Forkompimda dan masyarakat akan berbaur makan bersama, sebagai simbol kebersamaan dalam membangun Klaten,’’ kata Asisten 1 Sekda Klaten, Ronny Roekmito. Ronny selaku Ketua 2 Panitia memaparkan rangkaian kegiatan Hari Jadi kepada wartawan, Kamis (19/7). Tampak hadir Staf Ahli Bupati Wahyu Prasetyo selaku Wakil Ketua 1, Staf Ahli Bupati Joko Wiyono selaku Wakil Ketua 2, staf ahli bupati Adbul Mursyid selaku Wakil Ketua 3, Kabag Humas Wahyudi Martono dan perwakilan dari Kodim 0723 Klaten.
‘’Tumpeng akan dibawa oleh 215 pelajar memasuki alun-alun dari sisi utara dan selatan, kemudian dilakukan parade membentuk formasi 215 di alun-alun. Selanjutnya, dilakukan potong tumpeng oleh Bupati Sri Mulyani dan dihidangkan bersama untuk pejabat dan masyarakat. Akan digelar karpet di alun-alun,’’ kata Joko Wiyono.
Usai upacara dilakukan ziarah ke Makan Kiai Melati yang dipercaya sebagai cikal bakal Klaten dan makan Kiai Kajoran. Acara itu dilaksanakan Minggu bersamaan dengan Car Free Day, untuk itu, akan dilakukan pengaturan lalu lintas oleh Satpol PP, Dishub dan Satlantas Polres Klaten. Jalan antara proliman Plasa Klaten sampai pertigaan Laris akan ditutup untuk kegiatan itu. Sebenarnya, rangkaian hari jadi ada 60 kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak dari 6 Juli 2019 hingga 31 Agustus mendatang. Ada tari massal, pentas musik, pergelaran wayung kulit, festival ketoprak, festival gejog lesung, berbagai lomba olahraga dan seni, ngopi bareng, Klaten Berdzikit, sampai dengan pergelaran Klaten Lurik Carnival (KLC) yang
akan melibatkan 35 kontingen. ‘’Klaten Lurik Carnival akan diselenggarakan 3 Agustus 2019 mendatang. Nantinya akan ada 2 panggung, satu untuk tamu VIP dan satu untuk pementasan kontingen. Masing-masing diberi waktu 5 menit. Dalam KLC kali ini, tidak ada pemimpin rombongan, semua sama akan terlibat dalam pementasan,’’ tegas Ronny Roekmito. Joko Wiyono menambahkan, KLC termasuk event yang mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat karena secara langsung membawa dampak pada pengembangan UMKM di Klaten, khususnya para perajin lurik ATBM. Pamor lurik sebagai kain trandisional asli Klaten juga terangkat. Melalui event KLC, lebih banyak orang mengenal lurik Klaten.
‘’Keindahan kain lurik yang dipakai para peserta KLC bisa menjadikan lurik semakin dikenal luas. Saat ini, tak hanya warga Klaten dan sekitarnya yang mengenakan lurik, tapi banyak pesanan dari luar Klaten bahkan dari luar negeri. Pengembangan itu, menjadi dampak positif KLC yang diapresiasi Kementerian,’’ ujar Joko Wiyono. Untuk rangkaian peringatan HUT RI, akan digelar tirakatan dan renungan suci pada 16 Agustus, kemudian upacara bendera di alun-alun Klaten, dan resepsi.
Pada 18 dan 19 Agutus akan diselenggarakan karnaval budaya dan pawai pembangunan. Diharapkan acara tahun ini lebih baik dan lebih meriah daripada tahun sebelumnya.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here