Petani Beralih Gunakan Elpiji Bersubsidi Untuk Menyedot Air

gas-elpiji-wonogiri
MEMAKAI ELPIJI : Seorang petani menggunakan elpiji bersubsidi sebagai bahan bakar mesin pompa di Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.comPara petani selama beberapa tahun ini mengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan elpiji bersubsidi untuk menggerakkan mesin pompa. Pasalnya, penggunaan elpiji bersubsidi enam kali lebih hemat dari pada menggunakan BBM jenis Pertalite.
 
Seperti yang dilakukan Sulistiyo (56) petani Dusun Tileng, Desa Puloharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Pria itu sudah dua tahun menggunakan elpiji bersubsidi untuk menggerakkan mesin pompanya. 
 
Dia menggunakan mesin pompa agar bisa mengairi sekitar 40.000 batang tanaman tembakaunya. “Sudah dua tahun ini. Biasanya digunakan setiap musim kemarau untuk menyedot air dari sumur pantek,” katanya, baru-baru ini.
 
Jika menggunakan elpiji bersubsidi, dia hanya menghabiskan sekitar empat tabung selama 24 jam. Namun jika menggunakan BBM, dia bisa menghabiskan sekitar satu liter Pertalite dalam waktu satu jam. “Tergantung kedalaman air sumurnya. Kalau sumurnya dalam, gasnya juga habis banyak,” terangnya.
 
Kebutuhan elpiji lebih banyak ketika umur tanaman masih muda. Sebab, tanaman yang masih muda membutuhkan banyak air. “Umur tembakau sekitar tiga bulan. Selama tiga bulan ini saya sudah habis sekitar 60 tabung,” imbuhnya.
 
Para petani memodifikasi mesin pompa dengan memasang regulator atau converter untuk menyuntikkan elpiji ke dalam mesin. Terkadang, mereka menggunakan selang infus guna mengatur besar kecilnya pengapian yang diinginkan.
 
Hal serupa juga pernah dilakukan Tukino (60) petani Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko. Dia memodifikasi mesin pompanya sehingga bisa menggunakan elpiji sebagai bahan bakarnya. Petani juga menggunakan mesin pompa di area pasang-surut Waduk Gajahmungkur. (Khalid Yogi)
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here