Tersangka Bakal Diperiksa Psikiater, Kasus Ibu Aniaya Anak

penganiayaan-anak-hingga-tewas
IRUMAH TERSANGKA: Polisi mendatangi rumah kediaman tersangka Siti Wakidah (30) di Dukuh/Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali. (suaramerdekasolo kasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Tersangka penganiayaan anak, Siti Wakidah (30) bakal diperiksa ke psikiater. Hal itu untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka yang menganiaya anaknya sendiri, F (6), hingga tewas.

“Betul, tersangka akan kami periksakan kondisi kejiwaannya ke psikiater,” ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto, Jumat (19/7).
Dijelaskan, pemeriksaan kejiwaan tersangka tersebut rencananya akan dilakukan pada pekan depan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo. Upaya pemeriksaan ke psikiater tersebut untuk mengetahui kondisi psikoligis tersangka. 
 
“Pasalnya, kekerasan yang dilakukan kepada anak laki-lakinya yang masih berumur 6 tahun itu, cukup berat. Jadi kami harus  memastikan kondisi psikologis tersangka.” 
Pihaknya menduga, beban hidup yang cukup berat juga melatarbelakangi tersangka hingga berbuat keji kepada anaknya sendiri. Terutama faktor ekonomi keluarga mengingat keluarga tersangka yang tinggal di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali tergolong tidak mampu. 
 
“Kondisi rumah yang ditinggali keluarga itu juga memprihatinkan.
Tetangganya kerap mencoba membantu dengan memberikan makanan kepada anak-anak mereka, tetapi ditolak orang tuanya,” lanjut  dia.
 
Selain itu, tersangka juga tidak bekerja dan hanya di rumah mengasuh tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Yaitu, korban F yang merupakan anak dari perkawinan sebelumnya dan dua anak dari perkawinannya dengan Iwan.
“Iwan bekerja serabutan. Mungkin kondisi ini jadi faktor juga. Anaknya banyak masih kecil-kecil, rewel, terus dicubiti.”  
Sementara kondisi ekonomi keluarga tersangka di kampung halamannya Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, menurut Mulyanto, juga tidak lebih baik. “Sama kondisinya, memang orang tidak punya.”
 
Salah satu tetangga tersangka di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Riyadi menuturkan, keseharian tersangka biasa saja. “Ya terlihat wajar meskipun sangat sederhana. Wajar saja, mengurus tiga anak kecil, mungkin jengkel dan stres.”
Seperti diberitakan, Siti Wakidah (30) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan anaknya, F (6) hingga meninggal. Polisi pun terpaksa membongkar makam korban untuk melakukan otopsi. 
 
Hal ini karena kecurigaan warga yang melihat kondisi jenazah korban nampak kebiru- biruan dan ada beberapa bagian terluka. Korban dimakamkan di pemakaman umum Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang yang merupakan desa asal ibunya, Siti Wakidah. (Joko Murdowo)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here