Golkar Merapat PAN, Rangkul Gerindra : Bentuk Fraksi Di DPRD Surakarta

0
120
pembentukan-fraksi-dprd-solo
FOTO : Gedung Paripurna DPRD Kota Surakarta. (suaramerdekasolo.com/dok)

 

SOLO,suaramerdekasolo.com – Meski penetapan calon terpilih anggota legislatif Kota Surakarta 2019-2024 dan penetepan perolehan suara parpol pada pemilu 2019 belum digedok KPU Surakarta Jateng. Karena harus menunggu lampu hijau dari KPU Pusat terkait sengketa pemilu di Mahkah Konstitusi yang belum usai dan belum pasti jadwalnya.

Namun, geliat koalisi parpol di gedung dewan Karangasem Surakarta mulai bergerak dan mengkerucut.

PDI Perjuangan sebagai kandidat kampiun dalam perolehan calon terpilih (30 kursi) dan suara terbanyak sudah memastikan diri merebut satu fraksi, kursi ketua dewan, dan pimpinan di alat kelengkapan DPRD.

Sementara, kursi pimpinan dewan dipastikan milik PKS, dan pimpinan alat kelengkapan dewan sisanya diperbutkan PKS, PAN, Golkar, Gerindra. Satu kandidat calon terpilih PSI dipastikan harus mencari pelabuhan yang paling tepat untuk berkoalisi karena pemilik suara minoritas.

Partai Golkar salah satu peserta pemilu dan berpeluang mendapatkan tiga kursi mengawali manuvernya dalam pembentukan fraksi di legislatif.
Pernyataan mengejutkan disampaikan kader senior Partai Golkar Surakarta Djaswadi saat dijumpai www.suaramerdekasolo.com, Jumat (19/7).

Secara pribadi, ia menegaskan agar partainya wajib berkoalisi dengan PAN untuk membentuk fraksi sendiri.
Djaswadi yang ditemui di ruanganya mengungkapan langkah politik ini diputuskan setelah melalui rangkaian diskusi panjang di struktur partai.

Wakil Ketua DPRD dari Golkar ini juga memandang, koalisi dengan PAN adalah langkah yang logis dan masuk akal. Kendati sama-sama mendudukan tiga kadernya di legislatif, dengan prediksi perolehan suara di pemilu 2019 lebih unggul daripada PAN.

“Ya harus, harus itu (Golkar-red), berkoalisi dengan PAN untuk membentuk fraksi sendiri,” tegasnya.

Dipilihnya PAN sebagai opsi berkoaliasi, bukannya menggandeng PSI yang diprediksi memiliki satu kursi karena alasan strategis. Ia menutup rapat alasan lainnya yang lebih urgen lagi.
“Ya ada alasanya, tapi ini sifatnya pribadi,” jelasnya.

Rangkul Partai Gerindra

Djaswadi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Partai Golkar Kecamatan Laweyan juga berharap Partai Gerindra ikut bergabung dalam koaliasi ini. Menurutnya, bergabungnya Gerindra, PAN, dan Golkar akan memberikan kekuatan penyeimbang bersama PKS di DPRD Kota Surakarta yang saat ini didominasi PDI Perjuangan.

“Apalagi nanti menghadapi Pilkada 2020, kekuatan ini bisa dipakai untuk mengusulkan nama pasangan calon wali kota dan wakil wali kota,” bebernya.

Ia berharap struktur di DPD Partai Golkar membicarakan hal ini lebih serius, meski secara pribadi pihaknya sudah memulainya. 

“Kalau pembicaraan-pembicaraan secara informal dengan petinggi Gerindra dan PAN sudah,” imbuhnya.

“Ya kita lihat saja nanti,”tutupnya. (Budi Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here