Sasar 45 Desa, Drone Diterjunkan ke Lahan Tol Yogya-Solo

tol-solo-yogya1
RUAS JALAN: Ruas Jl Klaten-Boyolali di Desa/ Kecamatan Ngawen direncanakan menjadi exit tol Yogya-Solo, Selasa (2/7). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pesawat tanpa awak atau drone mulai diturunkan ke beberapa lokasi calon lahan tol Yogya-Solo. Kepala Dusun I Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Awal Setiawan mengatakan drone terlihat sejak hari Selasa siang (16/7).

” Kami tidak menduga jika untuk pemetaan jalan tol,” katanya, Sabtu (20/7).

Menurutnya, drone itu mengejutkan warga dan perangkat desa yang sedang melihat lokasi jalan tol. Drone dengan ukuran cukup besar itu melintas di  titik lokasi calon jalan tol di desanya. Hanya saja tim pemetaan tidak mampir ke balai desa atau meminta izin ke desa. Saat ini pemerintah desa dan warga hanya bisa menunggu kepastian. Sebab kabarnya rencana proyek tol itu hanya tinggal menunggu penentuan lokasi (penlok).

Sebelum ada drone itu, sebelumnya memang ada tim PPK jalan tol ke balai desa. Mereka pun belum berani menjelaskan detail lokasi. Tim PPK hanya meminta izin survei lokasi ke desanya dan desa sekitar. Warga Desa Duwet, Kecamatan Ngawen, Dina mengatakan di timur desanya petugas menggunakan drone untuk memetakan lokasi.

Sehari setelah itu, diikuti dengan pemasangan alat semacam patok penanda di lahan dan alat di atasnya. Di desanya rencana proyek tol masih memunculkan pro dan kontra. Sementara pemerintah desa sendiri masih menunggu sosialisasi dari Pemkab.

Usulan Warga

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten, HM Nurcholis Madjid mengatakan di desanya, yaitu Desa Gatak, Kecamatan Ngawen dari informasi sementara ada 141 petak setifikat lahan yang akan terdampak jalan tol. Ada berupa sawah dan permukiman.

” Salah satunya lahan keluarga saya,” ungkapnya.

Menurutnya di desanya tol akan menerjang rumah penduduk dan bangunan sosial. Bahkan masjid dekat rumahnya pun kemungkinan terkena. Masyarakat saat ini masih belum mendapatkan informasi pasti sebab belum ada sosialisasi. Yang beredar baru informasi dari berbagai sumber. Sebelumnya diberitakan, Bupati Klaten, Sri Mulyani menyidak lokasi calon jalan tol di beberapa lokasi.

Bupati mengatakan ada 45 desa di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten rencananya akan dilalui pembangunan jalan tol Solo-Klaten-Yogya dengan total lahan 6.000 hektare. (SM/ 10/7). Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemkab Klaten, Sunarno mengatakan Pemkab masih menunggu hasil rapat di Provinsi. Usulan-usulan yang muncul akan disampaikan ke Provinsi. ” Termasuk rest area dan exit tolnya,” jelasnya.

Menurutnya Pemkab masih tetap meminta ada tiga exit tol. Wacana yang muncul di Kecamatan Prambanan, Ceper dan Ngawen. Ada juga di Kecamatan Jogonalan, Ngawen dan Manisrenggo. Untuk wilayah yang ad amata air, sudah diusulkan ada ada pergeseran sejauh 200 meter. Terutama di wilayah Kecamatan Kebonarum yang terdapat beberapa mata air. Untuk situs hanya di Desa Beku, Kecamatan Karanganom yang bergeser. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here