BPKH Usulkan Ada Mock Up Pesawat di Asrama Haji

ilustrasi-mock-up-pesawat
FOTO : beritatrans

*Kepala BPKH Anggito Abimanyu Kunjungo Asrama Haji Donohudan

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menilai perlu adanya mock up (replika) pesawat dengan fasilitas lengkap di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Ini disampaikan Anggito Abimanyu, saat mengunjungi Asrama Haji Donohudan Boyolali, Minggu (21/7).

“Perlu ada mock up pesawat seperti yang ada di Makasar. Ini untuk memudahkan para calon jamaah haji,” terang dia, kemarin.

Menurutnya, Asrama Haji disini cukup luas dengan berbagai fasilitas yang ada. Itu seperti ada replika Kabah untuk manasik prosesi ibadah Haji dan Umrah secara lengkap, atau gedung pertemuan juga banyak. Itu sangat istimewa dan fasilitas lengkap, yang belum ada mungkin mock up pesawat.

“Itu sangat penting dan perlu direalisasikan. Untuk lokasinya cukup luas dan besar, fasilitas sudah lengkap untuk mendukung prosesi haji dan umrah,” kata dia.

Dia, menilai itu sangat penting. Karena banyak calon jamaah haji itu baru pertama kali naik pesawat ke luar negeri. Jadi memang harus diperkenalkan cara pakai seat belt, ke toilet, cara makan bagaimana lalu cara salah di pesawat seperti apa dan sebagainya. Jadi jamaah merasa nyaman dan tidak kaget saat naik pesawat, karena sudah paham cara naik pesawat.

“Jadi bisa di ajarkan atau di simulasikan ke jamaah, salat di pesawat kan tidak perlu berdiri, saat di jamak seperti. Kalau turbulensi bagaiman, tidak bisa tidur harus bagaimana.  Dengan mock up jamaah akan lebih nyaman saat naik pesawat,” paparnya.  

Butuh proses

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (KanwiL) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, Farhani mengatakan menyambut baik usulan Kepala BPKH mengenai adanya mock up pesawat. Karena memang sebagian besar jamaah itu belum ramah dengan pesawat dan mock up sangat perlu.

“Selama ini ketika manasik hanya gambar-gambar saja, tidak pernah melihat langsung. Tempat toilet dimana, tempat tisu dimana. Itu perlu kami apresiasi untuk memberikan pelayanan kepada jamaah yang terbaik,” ujar dia.

Rencana adanya mock up akan ditindaklanjuti. Tadi sudah bicara dengan Kepala Biro Kesra Provinsi Jateng, setelah ini akan dirapatka dan di usulkan secara resmi. Namun itu butuh proses, apalagi BPKH itu di luar pemerintahan provinsi dan Kementerian Agama maka ada mekanisme yang harus dipatuhi.

“Artinya apa, bantuan itu sangat kami tunggu. Namun peraturan dan mekanisme tidak akan kita langgar tapi dilalui. Kami ingin dalam penyelenggaraan haji tiap tahun itu harus ada peningkatan yang lebih baik untuk jamaah,” tandasnya. (wel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here