DPUPR Karanganyar Serentak Rehab, 6 Kecamatan, 6 Kelurahan

rehab-gedung-pemerintahan-karanganyar
FOT ILUSTRASI

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Enam kantor kecamatan dan enam kantor kelurahan di Karanganyar, bakal direhab total pada tahun ini. Anggaran senilai Rp 31 miliar disiapkan di APBD Perubahan 2019, untuk keperluan pembangunannya. 
Rencananya, seluruh bangunan tersebut akan dibangun dengan desain dan bentuk yang mirip antara satu dengan lainnya. Namun dengan beberapa penyesuaian, dengan melihat kondisi masing-masing lokasi. 

Enam kantor kecamatan yang akan dibangun adalah Jaten, Matesih, Mojogedang, Jumantono, Tasikmadu dan Jatiyoso. Sedangkan enam kantor kelurahan yang dibangun diprioritaskan di wilayah Karanganyar Kota, yakni Gedong, Jungke, Bejen, Gayamdompo, Delingan dan Cangakan. 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Edy Sriyatno mengatakan, seluruh bangunan akan digarap dengan prototype standar. “Bentuknya miri-mirip. Sekarang sudah dimulai proses untuk gambar desainnya,” katanya. 

Hanya ada beberapa penyesuaian, melihat kondisi masing-masing lokasi. Seperti di Kecamatan Jatiyoso, bangunannya akank menyesuaikan dengan kemiringan jalan di lokasi bersangkutan. 
Atau di Kecamatan Jaten, di mana letak kantor berada di tepi jalur ramai. Maka akan disesuaikan titik keluar masuk kendaraan, menyesuaikan dengan aktivitas jalan raya di tempat tersebut. 

Rehab bertahap

Edy menyebutkan, untuk rehab kantor kelurahan dianggarkan Rp 1 miliar. Kecuali untuk Bejen, anggarannya Rp 2 miliar, karena ada dua pembangunan yakni rehab gedung kantor dan pembangunan gedung serbaguna. Sedangkan untuk rehab kantor kecamatan, masing-masing dianggarkan Rp 4 miliar. 

Dia menambahkan, khusus untuk rehab kantor kelurahan, diprioritaskan di wilayah kota karena berkaitan dengan citra positif Pemkab Karanganyar. “Gedung kantor yang perlu direhab sebenarnya masih banyak. Nanti direhab secara bertahap,” imbuhnya. 

Camat Jaten Aji Pratama Heru K mengatakan, rehab kantor diperlukan agar pelayanan ke masyarakat bisa lebih optimal. “Rumah dinas sudah puluhan tahun tidak ada renovasi. Bangunan lain juga perlu perbaikan. Memang sudah saatnya,” katanya. 

Saat ini, penghapusan aset sedang dilakukan, untuk mengawali proses rehab gedung. “Berkas-berkas sedang disusun. Sedangkan untuk pelayanan ke masyarakat, nantinya tetap berjalan seperti biasa, meski ada pekerjaan pembangunan,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here