Konstruksi GOR Manahan Mulai Digarap

pembangunan-gor-manahan-solo1

*Akhir Tahun Ditargetkan Hingga Atap

SOLO,suaramerdekasolo.com – Konstruksi gelanggang olahraga (GOR) indoor Manahan Kota Solo, Jateng mulai diteruskan pembangunannya. GOR yang dirobohkan pada pertengahan 2018 tersebut dijadwalkan rampung konstruksinya pada akhir 2019.
‘’Sampai akhir tahun ini pengerjaan konstruksi bangunan hingga pemasangan atap. Tetapi setelah tahap konstruksi itu, nanti belum bisa langsung digunakan. Sebab kondisinya tentu belum sempurna,’’ kata Kabid Olahraga pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surakarta, Suhanto, akhir pekan lalu.

Hal senada, sebelumnya juga pernah disampaikan Kepala Dispora Joni Hari Sumantri. Menurut Joni, pembangunan tahap konstruksi tersebut mendapat bantuan dana dari Pengprov Jateng senilai sekitar Rp 30 miliar. Sementara pembangunan pondasi yang diikerjakan tahun lalu, dilakukan dengan anggaran Pemkot Surakarta.
‘’Tapak bangunan GOR indoor tersebut bekisar 6.500 meter persegi. Pondasi yang sudah dibangun dari anggaran Pemkot Surakarta dulu mencapai sekitar Rp 9 miliar,’’ jelas Joni.

Penyempurnaan 2020 Lebih lanjut Suhanto mengungkapkan, penyempurnaan konstruksi dan finishing bakal dilakukan pada tahun berikutnya, 2020. Ada kemungkinan tahapan tersebut mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat.
Kendati demikian, Pemkot Surakarta juga berancang-ancang untuk mengeluarkan dana lagi.
‘’Perlengkapan GOR seperti kursi dan lampu penerangan yang sesuai standar internasional, tentu juga butuh dana yang tidak sedikit,’’ tambahtotal

Renovasi total

pembangunan-gor-manahan2solo1
Ia menambahkan, jika proyek tersebut sudah jadi, maka Solo bakal memiliki fasilitas GOR indoor yang layak untuk menggelar berbagai kegiatan olahraga nasional, bahkan internasional. Kejuaraan-kejuaraan bola basket dan bola voli dapat diselenggarakan pada gedung yang diharapkan kelayakan dan standarnya bisa melengkapi Stadion Manahan.
Stadion Manahan saat ini juga sedang dalam proses pengerjaan revonasi total. Stadion yang semula berkapasitas 24.500 penonton dan diresmikan Presiden Soeharto pada 1998 tersebut, nantinya diteduhi dengan tribun tertutup sekeliling. Kursi penonton juga menggunakan model single seat.

Sebelum direnovasi sejak pertengahan tahun lalu, hanya tribun utama di sisi barat stadion saja yang diteduhi atap dan menggunakan single seat. Sementara untuk sisi utara, timur dan barat, tribunnya terbuka

dan penontonnya tidak dilengkapi kursi. (Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here