Kuliner Pasar Kuliner Tempo Dulu Diserbu Masyarakat

0
21
kuliner-khas-ndeso

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Suasana Pasar Kuliner Tempo Dulu di kawasan Situs Gunun Kunci Kartasura ramai dikunjungi masyarakat. Saat di launching, Minggu (21/7) pagi, masyarakat langsung menyerbu dan menikmati jajanan tempo dulu yang di jajakan di pasar tersebut ditemani alunan musik keroncong dan rindangnya lokasi pasar.

Ada banyak pilihan kuliner yang di jajakan di Pasar Kuliner Tempo Dulu, seperti tiwul, grondol, cabuk rambak, gatot maupun dawet. Namun gender pecel, tiwul dan gatot, kuliner yang paling banyak diminati masyarakat. Bahkan tak kurang dari satu jam setelah dibuka sudah habis.

“Sudah habis cepat. Banyak masyarakat yang antre membeli,” ujar salah satu pedagang, Suwarni, kemarin.

Pasar Kuliner Tempo Dulu ini dibuka sekitar pukul 06.00 WIB, tapi sekitar pukul 07.00 WIB sudah habis tidak tersisa. Masyarakat sudah datang sebelum pembukaan, bahkan sebelum pembukaan dilakukan banyak yang sudah membeli. “Jam 07.00 WIB sudah habis. Memang cepat sekali habis, mungkin jarang sekali ditemui,” kata dia.

Seorang pengunjung, Marno mengatakan cukup bagus sekali Pasar Kuliner Tempo Dulu. Ada banyak pilihan yang bisa dinikmati, namun habisnya cepat sekali. “Harus rutin digelar pasar kuliner tempo dulu ini. Karena sekarang sudah jarang sekali kuliner seperti tiwul, gatot yang di jual di masyarakat,” terangnya.

Sekarang ini susah nyarinya. Jadi ini harus digelar secara rutin, jadi masyarakat yang ingin nostalgia atau kangen dengan kuliner tempo dulu bisa datang kesini. “Ini sudah cukup bagus. Tapi perlu ditata dan dibenahi agar pelaksanaan kedepan bisa lebih baik lagi,” sambung dia.

Untuk sementara itu konsepnya masih sederhana dan banyak yang perlu dibenahi. Ini akan tetap digelar rutin tiap Minggu Pahing, ada penataan-penataan agar pelaksanaan kedepan lebih tertib dan rapi. Mungkin pedagang akan pakai seragam tempo dulu, lalu bayarnya pakai “Benggol”mata uang khusus bukan uang rupiah dan harga barang yang dijajakan harus ada kesepakatan bersama.

“Ini akan digelar rutin tiap minggu pahing. Tiap pelaksanaan ada evaluasi dengan pedagang, ini agar kedepan bisa seragam dan tertata,” terang penggagas pasar kuliner tempo dulu Kartasura, Tri Wahyudi.

Menurutnya, jangan sampai kuliner tempo dulu itu punah di tengah-tengah menyarakat. Jangan sampai mendengarnya suaranya tapi tidak tahu wujudnya seperti apa. Jadi harus tetap dilestarikan, pasar kuliner tempo dulu ini juga sebagai upaya untuk penataan kawasa situs bersejarah Gunung Kunci yang merupakan peninggalan Keraton Kartasura.

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here