Prajurit Keraton Surakarta Selalu Datang dengan Full Team

0
120
prajurit-keraton-surakarta1
PRAJURIT KERATON SURAKARTA dalam kekuatan penuh 9 bregada di bawah otoritas Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, ketika keluar dari keraton melewati Panggung Sangga Buwana untuk keperluan prosesi kirab upacara adat yang selalu dikerahkan, sebelum 2017. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

*Jadi Simbol yang Membanggakan

BEREDARNYA video di media sosial beberapa saat setelah berlangsung kirab karnaval peringatan HUT Bhayangkara di Semarang yang digelar institusi setempat, beberapa hari lalu, sungguh membuat publik secara luas yang menyaksikan langsung maupun tidak langsung, menjadi makin prihatin. Rasa malu, kasihan, rasa tak percaya bercampur berbagai pertanyaan yang antara lain mencari sebab mengapa pandangan visual di peristiwa karnaval itu sampai seperti itu?

Bila memang benar yang tampak di rekaman video itu tidak lebih dari 20 orang prajurit keraton yang mengenakan seragam atas warna merah, hijau dan hitam, tentu membuat publik benar-benar prihatin. Apalagi bagi kalangan keluarga besar Lembaga Dewan Adat (LDA) keraton, yang selama ini selalu berupaya menunjukkan eksistensi Keraton Mataram ing Surakarta yang ingin tetap menjadi kebanggaan bersama masyarakat bangsa, bahkan lebih luas lagi, kini dan ke depan serta sepanjang masa.

Sebab, Keraton Surakarta Hadiningrat yang sudah dikenal 200 tahun sebelum NKRI dan 74 tahun sejak bergabung dengan republik ini, selalu ingin tetap terjaga tegak berdirinya sebagai bagian dan bunga pengisi taman Nusantara, mengharumkan nama bangsa di tengah pergaulan dengan bangsa-bangsa lain.

”Maka begitu saya melihat (video) rekaman itu, rasanya saya menjadi semakin malu. Sebagai bagian dari masyarakat adat penerus Dinasti Mataram, saya makin ciut, sedih dan prihatin. Publik tentu akan bertanya-tanya, masak sih, Keraton Surakarta seperti itu? Mengeluarkan prajurit simbol kebanggaan kok seperti anak-anak yang sedang bermain-main? Ini tidak hanya kami dan institusi keraton yang malu. Ibi bisa mempermalukan pihak lain,” tunjuk GKR Wandansari Koes Moertijah selaku Ketua LDA Keraton Surakarta mengritik tajam aksi para ”prajurit keraton” dalam video rekaman karnaval di Semarang itu, menjawab pertanyaan Suaramerdekasolo.com, tadi pagi.

prajurit-keraton-surakarta2
SEDIKITNYA TUJUH BREGADA prajurit Keraton Surakarta lengkap dengan vandel Sri Radya Laksana dan panji-panji kebesaran identitas pasukan, tampak bersiap untuk menjalani kirab peserta kontingen pada event FKN ke-11 di Kora Padang (Sumbar), tahun lalu.(Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Kebanggan Nyaris Sirna 

Halaman: First |1 | 2 | 3 | ... | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here