Rebut Ponsel, Residivis Kasus Pencurian Ditangkap

rebut-ponsel
CURAS : Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Dwi Haryadi dan jajarannya menunjukkan barang bukti ponsel yang direbut tersangka Yanuar, saat konferensi pers ungkap kasus tersebut di Mapolres Karanganyar, belum lama ini. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,  suaramerdekasolo.com. Gara-gara ingin memiliki ponsel, Yanuar melakukan aksi kriminal. Pria asal Boyolali ini merebut ponsel milik Murni, saat sedang dipakai oleh wanita warga Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar tersebut. 
Bahkan pelaku tega memukul dan mengancam korban, dalam upaya merebut ponsel merek Vivo seharga Rp 550 ribu itu. 

Aksi tak terpuji tersebut harus ditebus pelaku dengan menginap di tahanan, setelah polisi menangkapnya pada 12 Juli. Penangkapan dilakukan, setelah polisi melakukan penelusuran selama beberapa waktu, berdasarkan laporan korban ke Polsek Gondangrejo. 

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, kasus itu terjadi ketika pada 23 Juni pukul 14.00 di ruas jalan antara Desa Dayu dengan Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, korban naik sepeda motor dan menghentikan lajunya, karena ada panggilan telepon. 
“Korban lalu berhenti di tepi jalan, untuk menerima telepon. Saat itulah, tersangka lewat naik sepeda motor, melihat korban sendirian sedang menerima telepon. Di situlah muncul niat untuk merebut ponsel korban,” jelasnya, dalam konferensi pers di Mapolres Karanganyar, belum lama ini. 

Begitu mendekat, tersangka langsung merebut ponsel. Korban berusaha mempertahankan, namun kalah setelah dipukul korban dan dadanya membentur setang motor. Setelah mengancam korban, pelaku kabur sembari membawa ponsel. 
“Korban kemudian melapor ke polisi. Berdasarkan laporan, dilakukan penyelidikan dan diperoleh petunjuk keberadaan pelaku. Tim Resmob Sambernyowo dan Tim Reskrim Polsek Gondangrejo kemudian berhasil menangkap tersangka pada 12 Juli,” jelasnya. 

Dari penangkapan itu pula, diketahui bahwa tersangka adalah residivis kasus pencurian di wilayah Boyolali. Karena perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. 

Saat ditanya penyidik, tersangka mengaku ponsel yang direbutnya pada 23 Juni tidak dijualnya. “Saya pakai sendiri. Saya tidak punya ponsel,” tuturnya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here