300 Item Batu Situs Dompyongan Diamankan BPCB Jateng

0
109
Batu-Situs-Dompyongan
BATU CANDI: Batu bekas candi dikumpulkan warga Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan bersama BPCB Jateng. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

 

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sekitar 300 item batu bekas candi yang ada di situs Dompyongan, Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jateng diamankan di rumah warga. Batu dari berbagai jenis itu diamankan agar tidak semakin cepat rusak.
Setya Purwanto, tokoh masyarakat dan pemerhati cagar budaya Desa Dompyongan mengatakan benda-benda yang yang diduga bekas bangunan candi itu diamankan di rumahnya.

” Ada sekitar 250-300 item yang diamankan di pekarangan rumah saya,” jelasnya, Senin (22/7).

Purwanto mengatakan batu-batu itu diamankan dari tegalan, makam, sungai, rumah warga dan tempat lainnya di desa. Pengamanan benda situs itu dilakukan sejak Minggu (21/7) oleh petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah bersama pegiat cagar budaya dan warga sekitar. Jenis yang bisa diamankan berupa batu dinding candi, landasan kemuncak, kemuncak dan lainnya. Untuk patung belum ada sebab terus dikumpulkan.

Upaya pengamanan benda-benda itu dilakukan agar tidak rusak dan bisa memungkinkan disusun kembali sekaligus sebagai pembelajaran sejarah. Selaku warga dia berharap pengumpulan benda cagar budaya itu tidak hanya sehari atau dua hari. Namun dilakukan berlanjut sebab jika tidak maka kemungkinan rusak lebih besar. Terutama batu yang ada di makam dusun yang jika ada warga meninggal sering terpukul saat menggali makam. Warga juga berharap penggalian oleh BPCB segera dilakukan dalam rangka penyelamatan.

Langkah Awal

Kepala Unit Candi Sewu BPCB Jawa Tengah, Deny Wahyu Hidayat mengatakan pengamanan benda cagar budaya yang dilakukan kali pertama itu baru langkah awal.

” Balai akan lebih intensif menerjunkan tim ke lokasi,” ungkapnya.

Baik dalam rangka penyelamatan maupun untuk mendeteksi komponen candi lainnya. Terutama di makam dekat masjid yang dideteksi banyak benda terpendam. Pengumpulan bersama warga itu tidak masalah sebab malah menyadarkan warga pentingnya penyelamatan benda cagar budaya. Balai juga masih menunggu operator radar untuk menerjunkan ground penetrating radar (GPR).

Balai belum bisa memastikan ada rekonstruksi candi karena akan melihat banyaknya item dulu. Untuk menyusun ulang minimal diperlukan 70 persen benda temuan. Diberitakan sebelumnya, jejak candi yang diduga bekas Mataram Hindu ditemukan semakin banyak di Desa Dompyongan. BPCB terjun ke lokasi dan berencana menerjunkan GPR. (SM/ 13/3).

Deny menambahkan sesuai UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, masyarakat dilarang berburu harta cagar budaya tanpa izin yang di pasal 103 bisa dipidana penjara minimal tiga bulan dan paling lama 10 tahun. Dendanya minimal Rp 150 juta dan bisa Rp 1 miliar. Masyarakat yang menemukan benda cagar diminta melapor balai dan akan mendapatkan apresiasi dari pemerintah. (Achmad H)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here