Intensitas Guguran dari Puncak Merapi Meningkat, Masyarakat Semakin Waspada

0
27
jalur-evakuasi-merapi
JALUR EVAKUASI

: Jalur evakuasi pengungsi Gunung Merapi di Jl Pasar Kembang-Deles, Kecamatan Kemalang rusak berat, Senin (22/7). (Achmad H)

* Jalur Evakuasi Rusak Berat

KLATEN,suaramerdekasolo.com-Intensitas awan panas guguran dari puncak Gunung Merapi beberapa hari terakhir meningkat. Peningkatan itu membuat masyarakat semakin waspada meskipun tetap tenang beraktivitas seperti biasa.
” Beberapa hari ini memang intentitasnya semakin naik,” ungkap Kepala Urusan Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, Senin (22/7). Jainu mengatakan awan panas guguran yang berasal dari puncak Merapi itu masih mengarah ke Sungai Gendol, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Namun dari desanya terpantau dengan jelas. Baik secara visual maupun gemuruhnya saat meluncur. Tanggal 21 Juli atau hari Minggu bahkan hampir terjadi setiap jam meskipun kadang bisa dilihat mata dan kadang tertutup. Pada malam hari guguran awan panas dan luncuran lava bisa dilihat saat cuaca cerah. Warga di desanya tetap dalam kondisi waspada meskipun tetap berkegiatan seperti biasa.

Belum ada dampak langsungnya ke masyarakat meskipun desanya paling dekat dengan kawasan puncak dan alur Sungai Gendol. Kondisi puncak Gunung Merapi kali ini menurutnya lebih mendingan dibanding tahun 2010. Tahun ini meskipun statusnya sudah waspada, material di puncak secara rutin gugur dan meluncur. Dengan demikian kemungkinan terjadi sumbatan atau guguran besar lebih kecil. Meskipun intensitas guguran meningkat, tetapi kerusakan jalan evakuasi utama dikeluhkan warga.

Badan Jalan

Harno, salah seorang warga mengatakan jalur evakuasi kondisinya rusak berat. Baik di selatan tengah dan utara. ” Jalur tengah paling parah menurut saya,” katanya. Jalur setelah Pasar Kembang yang melintas Desa Dompol, Kecamatan Kemalang bahkan tidak layak disebut jalan. Aspal sudah hilang dan lubang menganga di badan jalan. Lalu-lintas tidak lancar sebab kendaraan roda empat harus berhenti atau giliran menghindari lubang saat melintas. Selain itu, jalur Mipitan, Kecamatan Karangnongko sampai Kemalang tak kalah parah.

Di wilayah selatan, jalur dari simpang tiga Kepurun ke arah Balerante juga rusak. Jika dilalui pengungsi, baik yang mengendarai sepeda motor maupun kendaraan roda empat tidak mungkin bisa cepat. Bisa jadi malah celaka sebab kerusakanya parah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Sri Yuwana Haris mengatakan meskipun meningkat status masih waspada.

BPBD tetap tenang dan meneruskan informasi terkini ke warga. Terpisah Kepala Bidang Bina Marga, DPU PR Pemkab Klaten, Suryanto mengungkapkan ruas jalan Pasar Kembang-Dompol, Kecamatan Kemalang tinggal menunggu pelaksanaan peningkatan. Kontrak sudah dilakukan dan survei ulang ke lokasi bersama rekanan sudah dilakukan. ” Tinggal menunggu pelaksanannya saja,” jelasnya. Masyarakat diminta bersabar dan jalan itu nantinya akan dicor seperti yang sebelumnya. (Achmad H)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here