Karanganyar Raih Predikat Kabupaten Layak Anak

kota-layak-anak-karanganyar
DIALOG – Dialog antara tim verifikasi daerah layak anak dengan pejabat Karanganyar, Selasa (7/5). (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com- Karanganyar meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Penghargaan tersebut akan diterima Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam seremoni yang digelar di Makassar, Selasa (23/7) malam ini. 
Predikat KLA diraih Karanganyar, setelah dilakukan serangkaian penilaian oleh Tim Verifikasi KLA, termasuk kroscek ke lapangan pada Mei lalu. Sejumlah indikator KLA dimiliki Karanganyar, seperti sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, taman ramah anak, hingga kebijakan administrasi untuk pemenuhan hak anak. 

Bupati mengaku, dengan diraihnya predikat KLA, diharapkan pengambilan keputusan terkait kebijakan pembangunan di Bumi Intanpari akan semakin memperhatikan hak anak. 
“Fasilitas anak, harus dipenuhi. Ruang terbuka, arena bermain, hingga tempat yang steril dari rokok. Forum anak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Jangan sampai hak anak diabaikan. Dalam waktu dekat, akan dilakukan deklarasi KLA,  yang akan melibatkan anak-anak dari seluruh wilayah di Karanganyar,” katanya. 

Disinggung soal ruang bermain untuk anak, Juliyatmono mengatakan, Pemkab akan membangun ruang terbuka dan ruang publik di kawasan Gedung Wanita Karanganyar. 
“Gedung akan dibongkar, nanti di situ dibangun gedung teater, juga berbagai fasilitas publik. Termasuk ruang bermain untuk anak-anak. Ini kaitannya dengan pemenuhan hak anak,” imbuhnya. 
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Any Indrihastuti mengatakan, belum diketahui predikat KLA yang diraih Karanganyar di tingkat apa. 

“Kan ada tiga tingkatan. Pratama, Nindya dan Utama. Kami belum tahu, dapatnya apa. Itu akan diumumkan besok (hari ini, Red),” katanya. 

Yang jelas, dari 24 indikator KLA yang dibagi dalam lima klaster, Karanganyar sudah berusaha memenuhi semuanya secara optimal. 
“Hak sipil anak, harus dipenuhi. Yakni setiap anak harus memiliki akta kelahiran. Pemenuhan hak sipil ini poinnya tinggi. Keberadaan desa dan kecamatan layak anak juga poinnya tinggi,” jelasnya. 
Dia berharap, setelah mendapat predikat KLA, ke depan ada implementasi nyata. “Jadi tidak sekadar predikat, tapi pemenuhan hak anak benar-benar terpenuhi. Tahun depan, rencananya akan kami ajukan Perda KLA untuk menguatkannya,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here