Korban Tertimpa Pohon Tumbang Di CFD Purwosari Akhirnya Meninggal Dunia

0
25
ilustrasi-tertimpa-pohon
FOTO : Kompas

SOLO,suaramerdekasolo.comKorban pohon tumbang di simpang empat Purwosari, Solo, Jawa Tengah,Kaivan Azam Nur Rido (1,5) meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit Kasih Ibu, Senin (22/7) siang sekitar pukul 11.20 WIB. Korban yang mengalami luka berat di bagian kepala dan nyawanya tidak bisa diselamatkan. Korban dimakamkan di Pracimaloyo, Solo, pukul 16.00 WIB. 

Perihal kematian korban ini disampaikan oleh pihak rumah sakit yang merawat korban. Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandes menjelaskan, korban dinyatakan meninggal dunia pukul 11.20 WIB.

“Rumah sakit telah memberikan pertolongan semaksimal mungkin, namun mengingat trauma yang dialami pasien cukup berat. Pasien tidak dapat tertolong dan meninggal dan dinyatakan meninggal dunia pukul 11.20 WIB,” kata Divan, Senin (22/7). 

Divan menambahkan, semenjak masuk dan mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban dirawat di ruang PICU. Luka berat di bagian kepala membuat korban belum sadarkan diri sampai Senin(22/7). Bahkan selama menjalani perawatan, korban juga harus menggunakan alat bantu pernafasan. 

Dokter spesialis anak yang menangani korban, dr Ardi Santoso menyampaikan, sejak masuk ke rumah sakit pihak dokter belum bisa melakukan tindakan. Dokter terus melakukan pemantauan setiap perkembangan kondisi korban.

“Sejak masuk korban masih dan kondisinya belum stabil. Kami masih terus memantau perkembangan kondisi korban,” katanya. Terpisah, ayah korban Rochmat Slamet Widodo mengaku ikhlas dengan kepergian anak bunsungya tersebut. 

Rochmat tidak akan menuntut apa-apa terhadap Pemkot Surakarta. “Kami berharap agar Pemkot melakukan pengecekan kondisi pohon yang ada, sehingga tidak akan ada lagi kejadian ini,” ucapnya. 

Wali kota melayat

Sementara itu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan duka cita terhadap keluarga korban. Rudy pun langsung melayat ke rumah duka di kampung Tegal Ayu, Bumi, Laweyan. Rudy berjanji akan melakukan penebangan pohon yang rawan tumbang di Solo. 

“Dari dulu saya sudah perintahkan agar pohon yang rawan tumbang segera ditebang. Termasuk juga pohon palem yang roboh itu, karena kondisinya juga sudah tua. Tetapi, ternyata tidak juga ditebang,” katanya. 

Rudy juga menyindir soal pencinta lingkungan yang disebutnya sering berkomentar minor ketika Pemkot akan melakukan penebangan pohon. Hal itulah gang yang sering membuat petugas ketakutan saat akan melakukan penebangan pohon. “Kalau takut tak tebange sendiri pohonya. Kalau sudah kejadian seperti ini trus yang sering berkomentar itu mau bilang apa?,” Tandas Rudy. (Ari Purnomo Apl)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here