KTP Jakarta, Punya KK Wonogiri : Jadi Kendala DPT Pilkades

0
26
identitas-ganda
FOTO : merdeka
 
 
WONOGIRI,suaramerdekasolo.comPenyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Wonogiri telah dilangsungkan 25 Juni sampai 15 Juli lalu. Dalam penyusunan itu panitia Pilkades di beberapa desa menjumpai beberapa temuan.
 
Salah satunya ada sepuluh warga di wilayah Kecamatan Slogohimo yang memiliki KTP Jakarta namun masih mempunyai Kartu Keluarga (KK) Wonogiri. Hal itu berpotensi memunculkan permasalahan jika tidak segera ditindaklanjuti. Pasalnya, KTP dan KK bisa menjadi syarat untuk menjadi pemilih dalam ajang Pilkades.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri Semedi Budi Wibowo mengatakan, sepuluh orang tersebut tersebar pada beberapa desa di Kecamatan Slogohimo. Menurutnya, hal itu terjadi karena banyak warga yang merantau ke luar daerah.
 
Untuk mengantisipasi permasalahan di masa mendatang menurutnya perlu adanya keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bahwa orang yang bersangkutan sudah bukan lagi penduduk Wonogiri. Oleh karenanya, penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) harus lebih dicermati.
 
Pengumuman DPT rencananya akan dilaksanakan tanggal 24-26 Juli mendatang. Adapun penetapan DPT rencananya dilaksanakan 31 Juli mendatang. 
 
Setelah penetapan DPT, pihaknya akan mengundang seluruh calon kepala desa. Mereka diminta membuat kesepakatan tidak akan mempermasalahkan DPT tersebut. “Kalau mau mempermasalahkan, sebaiknya sekarang saja. Jangan kalau tidak terpilih baru mempermasalahkan,” pintanya.
 
Pilkades serentak di Kabupaten Wonogiri akan diikuti sekitar 186 dari 251 desa. Pendaftaran calon Kades dilaksanakan tanggal 1-13 Agustus. Pengumuman calon Kades yang berhak dipilih dilaksanakan tanggal 12 September. Kampanye dilaksanakan 17-19 September dan pemungutan suara dilaksanakan tanggal 25 September.
 
Semedi menerangkan, calon Kades maksimal lima orang dan minimal dua orang. Apabila ada lebih dari lima orang yang mendaftar sebagai calon Kades, mereka akan menjalani seleksi oleh tim penguji di masing-masing kecamatan, sehingga hanya menghasilkan lima kandidat yang berhak mengikuti Pilkades. “Calonnya minimal dua orang, tidak bisa calon tunggal. Regulasi dalam Pilkades kali ini tidak memungkinkan untuk diadakannya pemilihan ulang. Kalau jumlah suaranya sama, akan diputuskan berdasarkan pemerataan suara,” terangnya. (Khalid Yogi)
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here