Melalui Tinju Berusaha Hapus Kesan Negatif Terminal

0
24
tinju-terminal6
BERTARUNG: Dua petinju bertarung di atas ring di lantai atas Terminal Bus Tirtonadi Solo, pekan lalu. Masyarakat cukup antusias menonton pertandingan itu. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

 

*Dari Kejurprov Tirtonadi Flight 2019

TERMINAL Tirtonadi Solo kini punya warna berbeda. Kejurprov Tinju Amatir Jateng yang iikuti 174 petinju di lantai atas terbuka terminal bus bertipe A plus itu, Senin-Sabtu (15-20/7) lalu, seakan menjadi titik awal upaya mengubah kesan kurang bagus tentang terminal.

‘’Kami memang membuka diri bagi masyarakat Solo yang ingin memanfaatkan area lantai dua terminal. Biar kesan lama tentang terminal sebagai lokasi semrawut dan kumuh, terhapus. Yang penting tugas dan fungsi layanan penumpang, serta keluar-masuk bus, tidak terganggu,’’ kata koordinator satuan kerja Terminal Tirtonadi,  Joko Sutriyanto, Senin (22/7).

Menurutnya, lantai atas terminal yang masih terbuka itu luasnya berkisar lebih-kurang tiga hektare. Rencana ke depan, area itu digunakan membangun berbagai fasilitas seperti gedung pertemuan, pusat perbelanjaan, serta kegiatan perdagangan lainnya. Namun hingga kini, bagian atas terminal yang berada di bawah kendali langsung Kementerian Perhubungan itu, belum kunjung direalisasi.

Maka ketika pengelola sasana tinju Sparta Tirtonadi Boxing Solo meminjam ruang yang belum digunakan untuk berlatih, pihaknya meminjaminya. Ada pula salah satu perguruan pencak silat yang mengajukan peminjaman lokasi untuk latihan, juga dipersilakan.

‘’Yang penting ajukan surat peminjaman secara jelas, serta tetap menjaga ketertiban. Komunitas skateboard juga ada, berlatih malam hari,’’ ujar Joko didampingi stafnya, Jamaluddin.

Hapus Citra Negatif

Sekitar dua bulan berjalan, sasana Sparta Tirtonadi yang dipimpin Jonathan ‘’Gembong’’ Prasetyo lalu menggagas untuk menggelar kejurprov tinju amatir Jateng. ‘’Kami ingin turut membantu pengelola menghapus citra negatif terminal. Kebetulan Pengprov Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Jateng kemudian menyetujui dan mendukung kejuaraan ini,’’ tutur Gembong yang juga penasihat Pengkot Pertina Solo dan ketua panpel kejurprov tinju itu.

Ketua Harian Pengprov Pertina Jateng, Soedjatmiko mengaku sempat menolak gagasan kejurprov tinju di terminal bus. ‘’Saya perhitungkan keramaian dan lalu-lalang penumpang. Tapi setelah tahu lokasinya, kami langsung oke. Sebab ternyata area terbuka di atas terminal sangat luas, sehingga bisa memberi hiburan masyarakat. Terminalnya juga bagus tertata seperti bandara,’’ tuturnya.

Lalu, apakah sudah pernah ada pertandingan tinju yang digelar di terminal bus? Ketua Komisi Teknik dan Pertandingan Pertina Jateng Parlindungan Manik mengungkapkan, kalau pertandingan tinju profesional  sudah pernah digelar di berbagai lokasi.

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here