Mulai Selasa, Festival Seni Tradisional Jateng 2019

Festival-Seni-Tradisional-Jateng1
SENI TRADISIONAL:Salah satu bentuk kesenian tradisional yang berkembang di daerah Jateng. (suaramerdekasolo.com/Sri Wahjoedi)

*Tari, Musik dan Pameran Seni Rupa

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sejumlah tari dan musik tradisional dari 13 daerah di Jawa Tengah akan dihadirkan di pendapa Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta (TBS) mulai Selasa, 23 Juli sampai dengan 26 Juli. Kegiatan yang dikemas dalam Festival Seni Tradisional Jateng 2019 itu juga akan ditampilkan pameran seni rupa tradisi Jateng dari berbagai kota.

Menurut Kepala Seksi Pertunjukkan dan Pameran Seni TBS, Suparman, acara yang digelar setiap tahun itu merrupakan bentuk pengembangan dan pelestarian kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di Jawa Tengah. Setiap daerah memiliki bentuk dan jenis kesenian tradisional. Masing-masing memiliki keunikan dan penyajian yang cukup menarik yang kini masih berkembang di setiap daerah.
”Kami berharap dengan digelar di sini, kesenian tradisional bisa tetap lestari dan dikenal masyarakat pada umumnya tidak hanya terutama di Jateng,” katanya.

Bentuk tari tradisional yang mulai digelar Selasa 23 Juli mulai pukul19.00 WIB dengan menampilkan empat sajian tari diawali dengan Sanggar Tari Bawa dari Sukoharjo dengan judul Gumentenge Gong. Disusul Sanggar Puruhita Raras dari Jepara dengan judul Tiga Pahlawan Jepara diikuti Lengger Topeng dari sanggar Satria, Wonosobo. Pergalaran diakhiri Sanggar Nastamataya dengan karya Pandam Kurung Majapahit.

Malam berikutnya disajikan Tari Kuda Rinenggo dari Pesona Budaya Temanggung, Buta Gedrug(Pandam Wijaya) Boyolali dan Wonoboyo karya Sanggar Solah Gotro, Solo. Kamis 25 Juli diusung konser musik karya Karawitan Sarotama, Karanganyar dengan judul Laku Utomo dan Pelangi Nusantara. Kemudian Bowo SA Banjaransari Ketampen Sekar Megatruh dari Kelompok Laras Madya Padmo WIbagso, Boyolali, Bowo Dndanggula Semarangan..lagon Sampe Engtay(karawitan Sekar Domas) Unnes Semarang.

Malam terakhir ditampilkan Erosi(Eling eling Ronggeng Siji Lima(Sanggar Wisanggeni), Purbalingga, Serap Surya(Karawitan Sinjang Community) WOnogiri dan ”Gamelan !ogdra” oleh Karawitan Nurroso dari Solo.

Sementara pameran seni rupa yang digelar di Galery Seni berlangsung 23-26 Juli yang memamerkan karya kerajian seperti tembaga dan kuningan, payung, tanduk, wayang kulit, lukis kaca, kerajinan bambu, kriya kayu, lukis kaca dan batik.(Sri Wahjoedi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here