Ukhuwah Islamiyah Harus Terus Dijaga

ukuwah-islamiyah-sragen
AJUKAN PENDAPAT: Salah satu peserta menyatakan pendapatnya, saat pertemuan ormas Islam, untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah pascapengumuman Pilpres 2019, yang digelar di aula Kemenag Sragen, Senin (22/7).(suaramerdekasolo.com/Basuni Hriwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Tidak bisa dipungkiri, pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang melibatkan umat Islam secara keseluruhan, mengakibatkan perpecahan. Bahkan tidak sedikit menuju pertengkaran, yang bisa menjadi luka lahir batin yang tidak kunjung sembuh. Maka kebangkitan ukhuwah islamiyah harus ditabuh lagi agar gendang persaudaraan islamiyah, persaudaraan insaniyah dan watoniyah bisa kembali terwujud.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen Muhammad Fadlan, saat menjadi pembicara dalam pertemuan organisasi masyarakat (ormas) Islam se-Kabupaten Sragen, yang digelar di aula kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen, pada Senin (22/7). Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan ukhuwah islamiyah pascapengumuman Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan berbagai ormas Islam yang ada di Sragen. Seperti Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Forum Umat Islam (FUI), NU, Muhammadiyah dan lain-lain. “Pemilu dengan Pilpres didalamnya sudah selesai, maka penting bagi kita khususnya umat Islam untuk terus menjalin ukhuwah islamiyah, khususnya di Kabupaten Sragen. MUI adalah rumah besar bagi umat Islam,” kata Fadlan.

Menurut dia, komitmen terhadap ukhuwah islamiyah dicontohkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW. Dimana mereka saling mencintai, mengasihi, menolong dan menghormati. Meskipun terkadang mereka berbeda pendapat. Namun hal itu tidak membuat mereka saling benci, apalagi menyesatkan orang lain. Mereka tetap berlapang dada dan menghormati perbedaan pendapat tersebut.
“Ukhuwah islamiyah dan persatuan senantiasa dijaga dan menjadi prioritas. Sikap inilah yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabat sehingga umat Islam menjadi kuat dan berjaya pada masa itu,” katanya.

Ukhuwah islamiyah pada akhirnya melahirkan nilai kemanusiaan, yaitu pengakuan akan hak asasi manusia dengan menghargai pluralisme, heterogenitas dan keberagaman manusia itu sendiri. Selanjutnya, akan menumbuhkan nilai toleransi karena toleransi dalam hidup bermasyarakat, perwujudan mengakui dan menghormati hak asasi manusia.

Sementara itu Suwarsono dari MMI Sragen berpendapat bila sekarang ini Pancasila yang menjadi shibghah dan mengikat bangsa Indonesia sudah mulai hilang. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah meminta dan berdoa agar umat Islam tidak terpecah, tapi doa itu tidak dikabulkan Allah SWT. “Maka ayo kita sering ukhuwah islamiyah untuk meminimalisir perbedaan atau perpecahan,” katanya. (Basuni hariwtono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here