Dana Nasabah di PD BKK Tawangsari Senilai Rp 5 Miliar, Diselewengkan

BERI SAMBUTAN : Kajari Sukoharjo, Tatang Agus memberikan sambutan dalam acara Hari Bhakti Adyaksa (HBA) ke-59 tahun 2019, (Suaramerdekasolo/com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Kejaksaaan Negeri (Kejari) Sukoharjo mulai melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di PD BKK Sukoharjo cabang Tawangsari. Tidak tanggung-tanggung, dari kasus tersebut total kerugian uang negara mencapai Rp 5 miliar.

Kajari Sukoharjo, Tatang Agus didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Datun mengatakan, modus yang digunakan dalam kasus tersebut adalah kredit fiktif serta penyimpangan dana tabungan nasabah.
“Jadi ada kredit fiktif serta data keuangan nasabah tidak dicatat dalam sistem yang resmi. Tetapi oleh oknum di sana dicatat menggunakan buku manual, sehingga tidak masuk dalam sistem,” jelas Kajari.
Akibat tidak dicatat dalam pembukuan resmi tersebut, jumlah uang yang disetor oleh nasabah tidak tercatat resmi. Akibatnya, saat nasabah ingin mengetahui jumlah uangnya di tabungan, tidak ada. Sebab uang tidak masuk dan tidak tercatat dalam sistim. Terkait dengan kasus tersebut, kata Kajari, sudah dilakukan audit investigasi oleh BPKP. Selain itu juga sudah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Namun demikian, Kajari belum menyebut siapa oknum yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut yang berpotensi menjadi tersangka. “Kasus ini sudah terjadi dalam kurun waktu tahun 2006-2018,” imbuhnya.
Mencuatnya kasus tersebut kali pertama dilaporkan oleh pihak PD BKK Sukoharjo yang menyebutkan ada dugaan penyimpangan. Dari sana, penyidik Kejari melakukan penelusuran dan penyelidikan sampai akhirnya menaikkan status kasus itu menjadi Penyidikan. “Siapa oknum yang nanti jadi tersangka, nanti setelah kami melakukan penyidikan dan memilahnya. Yang jelas, ada oknum di sana sehingga timbul kerugian hingga Rp 5 miliar.” (Heru susilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here