Empat pegiat literasi Kota Gaplek Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta, Ini Tujuannya ?

jalan-kaki-wonogiri-jakarta
MENUJU JAKARTA : Para pegiat literasi asal Kabupaten Wonogiri mulai berjalan kaki dari alun-alun kabupaten tersebut menuju ke Jakarta, Selasa (23/7). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
 
*Targetkan 30 Km/Hari 
 
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Empat pegiat literasi asal Kabupaten Wonogiri akan berjalan kaki dari Wonogiri ke Jakarta. Mereka memulai start dari alun-alun kabupaten tersebut, Selasa (23/7). Keempat orang itu akan menempuh perjalanan sepanjang 578 kilometer dan ditargetkan sampai di Monas Jakarta tanggal 16 Agustus mendatang.
 
Mereka adalah Wahyudi, Pancoko, Triyoni, dan Agus Mursidi. Keempatnya berjalan kaki dari Wonogiri ke Jakarta. 
“Dalam sehari kami menargetkan perjalanan minimal 30 kilometer.” “Dalam rangka Hari Anak Nasional dan menyambut Hari Kemerdekaan RI. “kata Wahyudi.
 
Mereka hanya berjalan ketika siang hari. Adapun malam harinya digunakan untuk berkunjung ke taman-taman baca, perpustakaan bergerak, atau komunitas literasi di kota-kota yang dilewati. Dia mengaku telah menjalin komunikasi dengan para pegiat literasi di jalur yang akan mereka lalui. 
 
“Setiap malam kami akan singgah di tempat teman-teman yang mengelola taman baca untuk berdiskusi tentang literasi. Kami juga akan memberikan buku kepada taman-taman baca. Teman-teman dan donatur ada yang membantu perjalanan kami,” ujarnya.
 
Dengan demikian, keempat pegiat literasi itu tidak bermalam di pinggir jalan. “Pemberhentian pertama kami di Kartasura yang berjarak 39 kilometer dari Wonogiri. Di sana akan berdiskusi dengan komunitas taman baca,” imbuhnya.
 
Sebelum memulai perjalanan, rombongan tersebut telah memersiapkan diri secara fisik dengan berolah raga. Bekal yang dibawa hanya beberapa stel baju, jas hujan, makanan dan minuman. Adapun atribut yang mereka kenakan hanya kaos berlogo HUT ke-74 Indonesia dan bendera Merah Putih. “Saya bawa tiga stel baju. Nanti cuci-kering-pakai (setelah kering dicuci, langsung dipakai lagi),” katanya.
 
Free cargo
 
Selain itu, membawa peralatan makanan seperti sendok, garpu, pisau, dan sedotan yang terbuat dari bambu buatan perajin Wonogiri. Tujuannya untuk mengenalkan perkakas nonplastik yang ramah lingkungan. 
 
Mereka akan memotret dan merekam perjalanan serta mencatat hasil-hasil diskusi dengan para pegiat literasi lainnya. Rekaman dan catatan itu rencananya diserahkan kepada Presiden Jokowi. Mereka juga berharap program free cargo literasi untuk mendongkrak minat baca masyarakat Indonesia. (Khalid Yogi)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here