Hari Anak Nasional, Selter Adha Solo Dikunjungi Gubernur Ganjar

hari-anak-nasional1

SOLO,suaramerdekasolo.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengunjungi selter anak pendertita HIV/Aids (Adha) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti Jurug, Solo, Jateng, Selasa (23/7). Dalam kunjungannya, Ganjar menjanjikan akan memberikan bantuan untuk mendukung pelayanan di selter Adha.

Ganjar yang mengenakan kemeja lurik tiba di kompleks TMP sekira pukul 16.50 WIB. Ganjar langsung disambut oleh salah seorang anak Adha. Dengan riang dan tanpa canggung bocah laki-laki tersebut langsung meminta bersalaman dengan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.

Selanjutnya, Ganjar didampingi dengan Ketua Yayasan Lentera, Yunus Prasetio menemui para Adha dan juga volunter di selter. Anak-anak menyambut begitu riang kedatangan Ganjar beserta rombongan. Mereka silih bersalaman dengan Ganjar.

Usai bersalaman, Ganjar pun memberikan sejumlah bola kepada anak-anak. Mereka saling berebut untuk memainkan bola tersebut. Keceriaan terlihat jelas dari anak-anak itu.

Selanjutnya, Ganjar meninjau kondisi selter. Setiap ruangan didatangi Ganjar untuk melihat kondisi yang ada di ruangan tersebut. Usai mengunjungi selter Adha, Ganjar menyampaikan, jika kedatangannya ke selter tidaklah direncanakan.

“Saya tadi pas berkunjung ke Solo, dan ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Saya pikir menengok di Yayasan Lentera menarik. Dan beberapa hari ini orang bercerita mengenai Adha,” terangnya kepada wartawan.

Ganjar juga menyampaikan apresiasi yang cukup tinggi kepada relawan dan para pengelola Yayasan Lentera. Selama ini, Yayasan Lentera sudah mendampingi dan merawat Adha yang sebagian besar merupakan anak yatim piatu tersebut.

hari-anak-nasional2

“Pemprov juga sudah ikut berpartisipasi dalam menangani Adha ini, seperti pada pengobatan dengan pihak RSUD. Dan semua pelayanan kesehatan ini juga gratis,” katanya.

Ganjar menambahkan, keberadaan selter Adha ini sangatlah bagus. Ganjar juga menyampaikan, Pemprov siap untuk memfasilitasi jika ada daerah lain yang ingin mendirikan selter Adha.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lentera yang mengelola selter Adha,Yunus Prasetio menyampaikan, selama ini selter cukup mendapatkan dukungan dari pemerintah. Mulai dari pembiayaan operasional setiap bulan sampai dengan pemberian fasilitasnya. Akan tetapi, Yunus mengakui jika fasilitas yang ada di selter masih sangat minim.

“Masih sangat minim, anggaran yang ada di kami habis untuk operasional dan makanan. Sedangkan untuk sarana dan prasarana kami tidak ada anggaran,” katanya. Dalam sebulan, setidaknya selter membutuhkan anggaran mencapai Rp 40 juta. Anggaran tersebut untuk operasional dan permakanan. (Ari Purnomo Apl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here