Kisah Juwedi, Anak Remaja Hidupi, Ibu dan Empat Adik-adknya

anak-remaja-hidupi-ibu-anak

 

KISAH haru dialami seorang anak di kawasan lereng Gunung Merbabu. Adalah Juwedi (15) yang tinggal di Dukuh Malibari,Desa Ngargoloko ,Kecamatan Ampel.

Dia menjadi tulang punggung keluarga dan harus menghidupi ibu beserta empat adiknya. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana radius enam kilometer dari puncak gunung Merbabu. Semenjak ayahnya meninggal dunia, Juwedi harus menjadi tulang punggung keluarga.

Ibunya tak bisa bekerja karena mengalami keterbelakangan mental, sementara keempat adiknya masih kecil. Dua adik laki laki berusia 12 tahun dan 8 tahun dan dua adik perempuannya baru berusia 4 tahun dan 2 tahun.

Kurangi beban

Sehari- hari Juwedi bekerja serabutan sebagai buruh lepas, mulai pekerja bangunan sampai memanen sayuran. Apapun dikerjakan asal mendapatkan rejeki yang halal. Padahal dia masih harus mengurus hampir seluruh kegiatan rumahnya,mulai memasak air,menyiapkan makan hingga mencuci pakaian.

Beruntung,sejak hampir sebulan terakhir kedua adik laki lakinya telah diambil Dinas Sosial Boyolali untuk tinggal di Panti Asuhan berikut jaminan pendidikannya. Setidaknya hal ini sedikit mengurangi beban Juwedi.

Juwedi sendiri kesulitan menceritakan apa yang dialaminya, karena beratnya beban hidup. “Disisi lain Juwedi memang mengalami kendala berkomunikasi sejak kecil, apalagi Juwedi tidak pernah mengenyam dunia pendidikan sama sekali,” kata Partono selaku ketua RT ,Selasa (23/7).

Dijelaskan, kondisi kehidupan Juwedi ini pun sempat viral di media sosial (medsos). Sejak itu, bantuan pun mengalir ke keluarganya dari para donatur. Salah satunya bantuan kambing berikut kandangnya.

“Kini minimal Juwedi punya kegiatan. Paling tidak, sudah punya simpanan berharga untuk membiayai hidup ibu dan dua dua adik perempuannya,” lanjut Partono. (Joko Murdowo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here