Menjaga Generasi Qurani melalui Lomba MTQ dan MMQ, Peringatan Dies Natalis Uniba

dies-uniba-solo
MUROTTAL: Salah satu peserta saat menjalani lomba murottal tilawatil Quran (MMQ) dalam rangka Dies Natalis Uniba ke 36, Selasa (23/7). (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.comUniversitas Islam Batik (Uniba) Surakarta berkomitmen untuk ikut berartisipasi dalam pengembangan potensi qori dan qoriah di Surakarta.  Hal itu salah satunya dilaksanakan dengan digelarnya lomba Musabaqoh Tilawat Quran  (MTQ) dan Musabaqoh Murottal Quran (MMQ)  secara rutin tiap tahun. 

Tahun ini kegiatan tersebut kembali digelar sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis 36 Uniba yang digelar mulai Senin (22/7) hingga Jumat (26/7). 

Dalam kegiatan yang digelar kemarin,  MTQ dan MMQ diikuti sebanyak 81 peserta jenjang SMA sederajat. 
“Jumlah tersebut terbagi menjadi 37 peserta MTQ dan 43 peserta MMQ yang berasal dari SMA/MA/SMK serta pondok di Solo Raya. Kami membagi lomba menjadi empat kelas yakni MTQ putra dan putri serta MMQ putra dan putri,” kata Ketua Panitia Lomba MTQ dan MMQ Uniba Raisa Aribatul Hamidah. 
Dalam sambutannya Rektor Uniba Dr Pramono Hadi berharap agar kegiatan yang saat ini berskala Solo dan sekitarnya,  ke depan bisa ditingkatkan menjadi tingkat Jawa Tengah. 
Diharapkan kegiatan MTQ tersebut juga berperan dalam membudayakan nilai-nilai Qurani di kalangan anak muda. Dengan begitu,  di usia yang masih labil, anak muda tidak terpengaruh hal negatif. 
Rektor mengungkapkan, Islam menuntut umatnya membaca Alquran dan mempelajari kandungannya. Membaca Alquran di tuntut karena diantara hikmah Alquran diturunkan adalah untuk dibaca, ditadabburi, dihayati dan dijadikan rujukan serta diamalkan.
“Kegiatan MTQ ini agenda tahunan yang menjadi ciri khas Uniba sebagai pergurun tinggi penyandang nuansa Islam serta syiar Uniba dalam keislaman,” kata Rektor.
Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Pemerintahan Kota Surakarta Said Romadhon tersebut memperebutkan hadiah trofi Rektor Uniba, sertifikat serta uang tunai sebesar total Rp 10,8 juta. 
Raisa menambahkan,  untuk kompetisi tersebut diambil lima pemenang untuk tiap kategori dan seorang juara umum. 
Adapun penilaian peserta, lanjutnya, didasarkan pada empat indikator. Keempat indikator ini terdiri dari Tajwid, Fasohah (kefasihan membaca), Gaya Lagu dan suara saat membaca ayat suci Al Quran.(Evie Kusnindya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here