Peringati Hari Anak dengan Kurangi Sampah Plastik

SOLO,suaramerdekasolo.com – Ada pemandangan berbeda di halaman gedung barat SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakata, Jateng pada, Selasa (23/7) pagi. Sejumlah 135 siswa-siswi kelas IV telah duduk rapi bershaf sambil membawa botol bekas air meneral. Ada sebagian yang sudah terisi sampah plastik, ada pula yang belum. Sebuah spanduk MMT berwarna dasar merah dan bertuliskan kegiatan hari ini terpasang di serambi teras sekolah.
 
Selasa (23/07) pagi itu mereka memeringati Hari Anak Nasional 2019. Tema yang dipilih di sekolah tersebut  adalah “Kreatif dan Peduli Lingkungan dengan botol dan sampah plastik (Bosatik)”.
Kegiatan diawali dengan Doa Bersama untuk Anak-anak Indonesia yang berada di Halmahera, yang beberapa waktu lalu tertimpa musibah gempa. Serta doa untuk balita berusia 1,5 tahun, Kaifan Azzam Nur Rido, yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di CFD Slamet Riyadi, Solo, Ahad (21/07) lalu.
 
Kepala SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, Waskito dalam sambutannya menyampaikan, _”Perayaan  Hari Anak Nasional 2019 kali ini mereka gunakan untuk penguatan karakter peduli lingkungan dan kreativitas. Salah satunya dengan Bosatik. Hal itu menguatkan program rintisan menjadi Sekolah Adiwiyata. “Selain tentunya kita juga berempati kepada anak Indonesia yang baru tertimpa musibah,” katanya. 
 
Usai mendengarkan penjelasan tentang botol sampah plastik, para siswa langsung praktik memasukkan sampah plastik, serta praktik membuat kursi duduk. Mereka tampak asyik menikmati kegiatan ini. Baik saat memasukkan sampah plastik ke dalam botol bekas, maupun saat menyusun botol bekas tersebut menjadi kursi sederhana (tempat duduk).
 
Salah satu siswi kelas 4D, Muthia Ramaniya Hariputri, mengaku senang dengan kreativitas Bosatik ini. “Soalnya sampah plastik jadi nggak berceceran, aku juga bisa ikut menyelamatkan bumi dari sampah plastik,” katanya. 
Sementara salah satu guru kelas 4, Wulansari menuturkan jika bosatik sebagai salah satu upaya mengurangi dampak buruk dari banyaknya sampah plastik di sekitar. Selain itu para siswa juga belajar memilah sampah, merapikan sampahnya, dan menjaga lingkungan kelas tetap bersih dan rapi. Sampah plastik bekas wadah makanan atau minuman akan mereka masukkan dalam Bosatik, lalu disimpan di dalam laci mereka masing-masing. Harapannya upaya kecil ini bisa ditindak lanjuti dengan pemanfaatan Bosatik menjadi barang yang lebih bermanfaat.” (Evie Kusnindya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here